22 March 2020, 19:14 WIB

Anak Muda Juga Berisiko Kena Covid-19, Patuhi Pembatasan Sosial


Dhika Kusuma Winata | Humaniora

JURU bicara pemerintah untuk penanganan covid-19 Achmad Yurianto menyatakan risiko terinfeksi virus korona tak hanya kepada kelompok usia lanjut maupun mereka yang memiliki penyakit penyerta.

Kelompok usia muda dengan imunitas yang baik pun juga rawan tertular meski dengan gejala minim.

"Kepada kelompok umur muda seringkali karena kondisi fisik dan imunitasnya baik maka tidak memperhatikan jaga jarak atau social distancing. Tetap berisiko membawa virus tanpa gejala dan menularkan kepada keluarganya dan ini yang juga menjadi ancaman," kata Yurianto dalam konferensi pers di kantor BNPB, Jakarta, Minggu (22/3).

Menurut Yurianto, secara global pada kelompok usia muda memang memiliki daya tahan tubuh yang lebih baik, namun hal itu bukan berarti kelompok muda bisa terbebas dari covid-19.

Pada kelompok usia muda, ucapnya, dimungkinkan terinfeksi tanpa gejala yang menjadi salah satu faktor penyebaran karena tidak menyadari telah terjangkit covid-19.

Baca juga : Hadapi Pandemi Global Covid-19 dengan Bijak

Pemerintah pun meminta agar kelompok muda memahami benar risiko penularan sehingga bisa terus meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan pembatasan aktivitas sosial.

"Manakala menular ke anggota keluarga yang usianya lebih tua dan memiliki pemyakit penyerta maka ini rawan karena itu tetap jaga jarak. Meskipun masih merasa muda, tetap bisa menjadi salah satu sumber penularan bagi keluarga," ujarnya.

Data tambahan kasus positif covid-19 di Indonesia per 22 Maret tercatat sebanyak 64 kasus. Secara total, kasus positif covid-19 kini menjadi 514 kasus dengan angka kematian sebanyak 48 orang.

Penambahan sebanyak 64 kasus baru tersebut berasal dari DKI Jakarta (40 kasus), Jawa Barat (4 kasus), Jawa Tengah (1 kasus), Jawa Timur (15 kasus), Kalimantan Selatan (1 kasus), Maluku (1 kasus), dan Papua (2 kasus). (OL-7)

BERITA TERKAIT