22 March 2020, 19:03 WIB

Hadapi Pandemi Global Covid-19 dengan Bijak


Achmad Maulana | Humaniora

PAGUYUBAN Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) di 30 provinsi dan 400 kabupten/kota terus melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah setempat untuk melakukan langkah konkret dalam mengatasi dan mengurangi penyebaran Covid-19.

“Di Kepulauan Riau, contohnya. PSMTI bekerja sama dengan berbagai organisasi memberikan 5.000 polymerase chain reaction (PCR), alat proteksi diri (APD) 10 ribu pieces, alat rapid test, masker, sarung, dan safety boots," ujar Ketua Umum Pusat PSMTI David Herman Jaya di Jakarta Minggu (22/3/2020).

Baca juga: Operasional Transportasi Dibatasi Lagi, Warga Kembali Jadi Korban

Ia menambahkan, itu adalah langkah-langkah terbaik agar penyebaran Covid-19 mampu diminimalisasi sehingga bangsa Indonesia segera pulih dari penyebaran virus mematikan tersebut.

Lebih jauh David mengimbau masyarakat dan juga keluarga besar PSMTI se-Indonesia untuk menggalakkan kembali hidup bersih dengan membersihkan rumah sendiri, biasakan cuci tangan dengan sabun dan air mengalir setiap setelah beraktivitas, bersihkan lingkungan dengan menggunakan cairan disenfektan agar lingkungan terjaga kebersihannya.

“Selain itu, tetap tenang dan tidak panik serta lebih meningkatkan kewaspadaan di lingkungan masing-masing dengan selalu mengikuti informasi dan imbauan resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah," lanjutnya.  

Baca juga:Anies Baswedan Jangan Abaikan Nasib Pekerja Harian Lepas

Bila dalam keadaan mendesak dan tidak dapat dihindari, lanjut David, kegiatan yang melibatkan banyak orang dilaksanakan dengan tetap menjaga jarak dan wajib mengikuti prosedur pemerintah terkait pencegahan penyebaran Covid-19.

"Yang tidak kalah penting, jangan menimbun kebutuhan bahan pokok maupun kebutuhan masyarakat lainnya secara berlebihan serta tidak terpengaruh dan menyebarkan berita-berita dengan sumber tidak jelas yang dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat," imbuhnya.

Terkait masalah peribadatan, David menyarankan PSMTI provinsi agar selalu melakukan koordinasi dengan pemerintah setempat dalam peribadatan massal, khususnya dalam menghadapi ritual sembahyang kuburan (cheng beng) agar memperhatikan imbauan pemerintah.

Baca juga:Sesuai Janji Jokowi, Wisma Atlet Siap 100% Jadi RS Darurat Korona

Kepada pengusaha Indonesia, David berharap bisa menjaga ketersediaan pasokan. Situasi seperti ini harus dilihat sebagai sarana untuk  memupuk sarana solidaritas, tidak mencari keuntungan, serta mengatasi kelangkaan barang dan tetap menyediakan barang dengan harga terjangkau. (RO/A-3)

BERITA TERKAIT