22 March 2020, 19:02 WIB

Kajari Bantul Positif Covid-19, Bupati Bantul Jadi ODP


Ardi Teristi Hardi | Nusantara

JURU Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Penularan Infeksi Covid-19 Kabupaten Bantul, Tri Wahyu Joko Santosa menyampaikan, satu pasien yang dinyatakan positif covid-19 pada Jumat (20/3) ialah pejabat tertinggi di Kejaksaan di Bantul, (Zuhandi). 

Dinas kesehatan sudah melakukan pelacakan (tracing) ke lingkungan dan orang yang diduga kontak erat dengan pasien selama pasien tersebut dirawat/sakit.

"Semua orang yang sudah melaporkan diri dan sudah tercatat berkontak erat kita berlakukan untuk isolasi mandiri selama 14 hari sejak kontak terakhir," kata dia, Minggu (22/3).

Ia pun mengimbau siapapun yang pernah kontak erat dengan Penderita PDP tersebut segera melaporkan dan memeriksakan diri ke puskesmas/klinik/RS setempat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul, Helmi Jamharis menjelaskan, Bupati Bantul, Suharsono menjadi salah satu Orang Dalam Pengawasan (ODP). Hal tersebut disebabkan, Suharsono menengok Kepala Kejaksaan Negeri Bantul yang dinyatakan positif Covid-19.

"Wajar jika Bupati menjenguk Kajari Bantul yang sedang sakit," kata dia.

Apalagi saat itu Kajari Bantul belum dinyatakan suspect covid-19. Kajari Bantul baru dinyatakan positif covid-19 pada Jumat (20/3) dan dirawat di RSUD Panembahan Senopati. Sementara Bupati Suharsono membesuk Kajari pada 9/3, saat itu Kajari masih dirawat di RS UII.

Baca juga: Kerumunan di Ruang Publik di Malang Bakal Dibubarkan

Sementara itu, Bupati Bantul Suharsono melalui akun Facebooknya mengakui, dirinya pernah kontak dengan PNS saat yang bersangkutan sakit. Beberapa hari berselang, PNS tersebut ternyata dinyatakan positif covid-19.

Walau demikian, Suharsono menyampaikan, dirinya dalam kondisi sehat walafiat. 

"Memang beberapa waktu lalu saya membesuk ASN yang sekarang dinyatakan positif korona. Pada waktu membesuk tersebut pasien berada di salah satu RS swasta di Bantul," kata dia.

Pada waktu itu, pihak rumah sakit tidak mendeteksi adanya infeksi covid 19 sehingga pihak rumah sakit mengizinkan di jenguk. Bahkan, selang beberapa hari kemudian si pasien diperkenankan pulang karena kondisinya sudah membaik.

Namun, berapa hari kemudian ASN tersebut kembali memeriksakan diri di RSUD Panembahan Senopati dan dinyatakan suspek covid-19. Setelah hasil laboratorium keluar, pasien tersebut ternyata positif covid-19.

"Saya (sudah) melakukan cek kesehatan. Alhamdulillah,hasilnya negatif," pungkas dia. (A-2)

BERITA TERKAIT