22 March 2020, 16:47 WIB

Anies Baswedan Jangan Abaikan Nasib Pekerja Harian Lepas


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

KETUA Ombudsman Perwakilan Jakarta Raya Teguh P Nugroho angkat bicara perihal skenario Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk mengarantina wilayah atau lockdown Ibu Kota.

"Saya melihat Pemprov DKI sudah menyiapkan skenario lock down. Namun keputusan lock down itu kebijakan pusat. Tapi, dampak langsungnya memang ke warga daerah yang di-lock down," kata Teguh kepada Media Indonesia, Jakarta, Minggu (22/3).

Baca juga: Info Terbaru Covid-19: 514 Orang Positif Terinfeksi

Meski sudah berdampak pada pekerja harian, kebijakan working from home dianggap belum efektif bagi pekerja harian lepas. Untuk itulah, kata Teguh, Gubernur Anies dan jajarannya harus menyiapkan skema bantuan bagi pekerja lepas harian yang bisa menjadi contoh bagi pemerintah pusat apabila diberlakukan lock down.

"Memang belum efektif sejauh belum adanya upaya pemberi bantuan kebutuhan harian mereka," tegas dia.

Sebagai mana diberitakan, Anies sudah mengeluarkan berbagai kebijakan dan imbauan demi menekan penularan Covid-19 seperti menutup tempat hiburan, tempat wisata, menutup sekolah dan membatasi layanan operasional transportasi umum.

Anies mengeluarkan Surat Edaran Nomor 6 Tahun 2020 tentang penghentian sementara kegiatan perkantoran dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19.

Baca juga: Asrama Haji Pondok Gede Jadi Ruang Isolasi Pasien Covid-19

"Sejauh ini pengamatan kami, working from home cukup mengurangi jumlah pelaju yang bekerja di Jakarta dan mempermudah pengawasan terhadap social distancing atau jaga jarak sosial di Jakarta. Walaupun bukan full lock down, dampaknya sudah sangat terasa bagi pekerja harian," tutur dia. (Ins/A-3)

BERITA TERKAIT