22 March 2020, 14:30 WIB

Kasus Meningkat Kota Tasikmalaya Siaga Tanggap Darurat Covid-19


Adi Kristiadi | Nusantara

PEMERINTAH Kota Tasikmalaya, Jawa Barat menetapkan siaga tanggap darurat Covid-19 menyusul ditemukan 4 pasien dalam pengawasan (PDP) di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soekardjo, dan 66 orang dalam pemantauan (ODP) telah dirawat secara mandiri.

Peningkatan kasus virus korona tersebut harus diwaspadai bersama, masyarakat tetap tenang dan jangan panik. Untuk memutus mata rantai penyebaran korona, warga harus menghindari keramaian, kerumunan dan mampu menjaga jarak dengan siapapun.

"Kami meminta agar masyarakat tetap tenang dan waspada, karena Kota Tasikmalaya telah menetapkan siaga darurat bencana Covid-19. Saat ini di Kota Tasikmalaya sudah ada 4 PDP  dan 66 ODP diisolasi di RSUD dr Soekardjo," ujar Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman, Minggu (22/3/2020).

Wali Kota yang juga  sebagai Ketua Tim Crisis Center Covid-19 Kota Tasikmalaya, Budi Budiman menjelaskan, pihaknya bersama Kodim 0612 Tasikmalaya, Polres Tasikmalaya Kota, Kepala Pelaksana BPBD Kota Tasikmalaya dan Komandan Lanud Wiriadinata telah melakukan mobile communication terkait informasi korona atau covid- 19.
 
Budi mengatakan, stok alat pelindung diri (APD) di rumah sakit tersisa 40 pices di Dinas Kesehatan. Pemkot sudah menyiapkan anggaran sekitar Rp1 miliar untuk pembelian APD dan alat lainnya. Dana tersebut merupakan dana tanggap darurat yang ada di BPBD.

"Anggaran dana tanggap darurat diperuntukan untuk membeli berbagai kebutuhan mulai dari hand sanitizer, APD, masker dan lainnya. Kami berharap kebutuhan tersebut dapat segera direalisaikan agar antisipasi korona optimal. Kami juga sudah komunikasi dengan Pemprov Jabar termasuk pihak ketiga yang sanggup memenuhi semua kebutuhan dalam kondisi darurat," ujarnya. (OL-13)


 

BERITA TERKAIT