22 March 2020, 15:15 WIB

Singapura Larang Pendatang Asing Masuk dan Transit


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

Pemerintah Singapura, Minggu (22/3), mengumumkan tidak akan mengizinkan pengunjung jangka pendek atau short-term (bebas visa 30 hari) untuk masuk atau transit melalui Singapura. Ini dilakukan mengingat tingginya risiko impor kasus virus korona (covid-19).

Sebelumnya, kecuali untuk beberapa negara, pengunjung jangka pendek diizinkan untuk datang ke Singapura, meskipun mereka harus melayani pemberitahuan tinggal di rumah selama 14 hari begitu mereka memasuki Negeri Singa.

Pembatasan yang diperluas untuk semua pengunjung jangka pendek akan berlaku mulai pukul 11.59, Senin (23/3), kata pengumuman Kementerian Kesehatan dalam sebuah siaran pers.

Pada saat yang sama, hanya pemegang izin kerja yang menyediakan layanan penting, seperti perawatan kesehatan dan transportasi, yang akan diizinkan oleh Kementerian Tenaga Kerja untuk masuk atau kembali ke Singapura. Ini akan mencakup tanggungan mereka.

"Mengingat wabah virus yang meningkat dengan cepat di seluruh dunia, kami telah memutuskan untuk secara signifikan memperketat perbatasan kami," ujar Menteri Pembangunan Nasional, Lawrence Wong saat konferensi pers, Minggu (22/3).

"Ini adalah langkah yang sangat signifikan, terutama untuk ekonomi terbuka kecil seperti Singapura yang selalu terhubung dengan dunia. Ini adalah krisis yang belum pernah terjadi sebelumnya, sehingga kami telah membahas ini dengan cermat," kata Lawrence.

Wong, yang juga mengetuai satuan tugas multikementerian yang menangani wabah di Singapura mengatakan langkah-langkah baru ini diperlukan untuk menjaga perbatasan negara tersebut agar tetap aman. Selain itu, tindakan tersebut diharapkan dapat membatasi jumlah kasus impor baru dan menghemat sumber daya.

Hampir 80% infeksi covid-19 baru Singapura selama tiga hari terakhir adalah kasus impor dengan riwayat perjalanan ke 22 negara yang berbeda, kata Kemenkes Singapura.

Sebagian besar dari mereka adalah penduduk Singapura dan pemegang paspor jangka panjang yang kembali ke dalam negeri.

Seperti yang diumumkan sebelumnya, semua warga Singapura, penduduk tetap, dan pemegang paspor jangka panjang yang kembali ke negara itu akan terkena pemberitahuan tinggal di rumah selama 14 hari, yang mengharuskan mereka untuk tinggal di rumah setiap saat.

Untuk pemegang izin kerja (work pass), Wong mencatat mereka telah diminta untuk meminta persetujuan dari Kementerian Tenaga Kerja sebelum melakukan perjalanan ke Singapura.

"Jadi, kami kaatakan, tidak ada yang bisa kembali kecuali Anda dianggap penting," ujarnya.

Ini mungkin termasuk pekerja rumah tangga asing yang kembali, terutama jika ada kebutuhan nyata untuk merawat orang tua atau anak-anak, katanya dalam menanggapi sebuah pertanyaan.

Baca juga: Kematian Pertama Akibat Covid-19 di Singapura, Salah Satunya WNI

Sementara itu, Komite Kerja Khusus Singapura-Malaysia telah sepakat bahwa warga Malaysia pemegang izin kerja akan terus dapat bekerja di Singapura selama periode ini, dengan pengaturan akomodasi yang sesuai, kata Kementerian Kesehatan Singapura.

Pengangkutan semua jenis barang antara Malaysia dan Singapura juga akan difasilitasi.

Pembatasan terbaru datang sehari setelah Singapura mengonfirmasi kematian pertamanya karena covid-19. Dua pasien --seorang perempuan Singapura berusia 75 tahun dan seorang pria Indonesia berusia 64 tahun-- meninggal karena komplikasi akibat virus covid-19 pada Sabtu (21/3) pagi.

Singapura juga mengonfirmasi 47 kasus baru virus korona pada Sabtu, sehingga total nasional menjadi 432 kasus. (CNA/Hym/OL-14)

BERITA TERKAIT