22 March 2020, 13:54 WIB

Pandemi Korona Buka Peluang Mitigasi Perubahan Iklim


Abdillah Marzuki | Weekend

DIREKTUR Riset Pusat Penelitian Iklim dan Lingkungan Internasional-Oslo, Glen Peters mengungkapkan pandemi covid-19 yang melanda dunia akan berpengaruh pada mitigasi perubahan iklim. Menurutnya, kinerja pasar keuangan di seluruh dunia memburuk akibat pandemi tersebut, bahkan lebih buruk dibanding krisis 2008.

Selain itu, kata dia, pembatasan aktivitas ataupun lockdown pastinya menganggu aktivitas ekonomi. Apalagi cara tersebut lazim diterapkan di banyak kota dan negara untuk membendung penyebaran covid-19.

Glen mengungkapkan adanya hubungan kuat antara kegiatan ekonomi dan emisi karbon dioksida global yang bersumber dari bahan bakar fosil. Menurutnya, Badan Energi Internasional (IEA) memerkirakan penurunan konsumsi minyak pada 2020. Perkiraan itu dirilis sebelum terjadi perang harga antara Arab Saudi dan Rusia.

Kinerja industri penerbangan global yang menyumbang 2,6% dari emisi karbon dioksida global juga sedang terjun bebas. Padahal pandemi korona diperkirakan masih akan berlangsung beberapa waktu ke depan.

"Dengan adanya gejolak ekonomi ini, semakin besar kemungkinan emisi karbondioksida global akan turun pada tahun ini," terang Glen sebagaimana dilansir dari theconversation.com.

"Lockdown selama 2 minggu di Tiongkok mengurangi konsumsi energi dan emisi sebesar 25% jika dibandingkan tahun sebelumnya. Sebagian besar disebabkan oleh penurunan konsumsi listrik, industri, dan transportasi," tambahnya.

Pertumbuhan ekonomi Tiongkok juga diprediksi turun 1% pada 2020 akibat kebijakan lockdown, belum lagi negara lain.

Beberapa lembaga ekonomi dunia memerkirakan pertumbuhan ekonomi global akan menurun, salah satunya Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD). Lembaga itu menurunkan perkiraan pertumbuhan ekonomi global 2020 dari 3% menjadi 2,4%. Berdasar asumsi tersebut Glen memerkirakan emisi karbon bisa menurun 0,3% pada 2020.

"Dengan asumsi efisiensi karbon global rata-rata 2,5% per tahun, maka proyeksi tersebut menyiratkan emisi karbon bisa turun 0,3% persen pada 2020," ungkapnya.

Jika ekonomi global tumbuh 1,5% pada 2020, Glen memperkirakan penurunan karbon 1,2% pada 2020.

Sebagaimana diketahui, kebijakan pembatasan aktivitas maupun lockdown mengubah cara kerja dan perilaku masyarakat. Hanya dalam hitungan bulan, jutaan orang dikarantina dan diisolasi untuk mengurangi penyebaran virus korona. Banyak acara besar di seluruh dunia dibatalkan. Belum lagi penutupan sementara universitas, sekolah, ataupun kantor.

Meski efeknya kurang menonjol dibandingkan krisis keuangan global (GFC), Glen menyatakan pandemi korona membuka peluang baru untuk mitigasi perubahan iklim. (M-4)

"Tetapi pengeluaran langkah-langkah stimulus ekonomi yang bijaksana, dan adopsi permanen

BERITA TERKAIT