22 March 2020, 11:37 WIB

Tekan Wabah Covid-19, Singapura Tutup Bagi Pengunjung Singkat


Deri Dahuri | Internasional

PEMERINTAH Singapura akan melarang kedatangan orang asing dengan kunjungan singkat dan juga larangan transit sementara melalui Bandara Internasional Changi terkait semakin meningkatkan risiko kasus virus korona tipe baru atau Covid-19. 

Pernyataan tersebut disamaikan Kementerian Kesehatan Singapura (MOH), Minggu (22/3). Penerapan kebijakan tersebut mulai diberlakukan pukul 11.59 pada Senin (25/3) atau besok siang.    

"Hal ini dilakukan untuk menekan sumber sehingga kami dapat memfokuskan pada warga negara Singapura," demikian pers rilis dari Kementerian Kesehatan Singapura.   

Hanya pemegang kartu izin kerja untuk pelayanan penting seperti tenaga medis dan transportasi akan diizinkan oleh Kementerian Tenaga Kerja Singapura untuk masuk atau kembali ke Singapura. Hal tersebut sudah termasuk tanggungan mereka.    

Kini sebanyak 80% kasus baru infeksi Covid-19 dalam tiga hari terakhir berasal dari luar Singapura. Sebagian besar yang positif Cobid-19 adalah warga Singapura dan orang asing yang pemegang izin tinggal lama.

"Kasus-kasus (Covid-19) dengan riwayat terkait dengan kunjungan dari 22 negara lain," jelas MOH. 

Sebelumnya, telah pula diumumkan bahwa semua warga Singapura, penduduk permanen, dan warga asing pemegang izin tinggal lama diwajibkan mengisolasi diri selama 14 hari di rumah masing sebagai upaya mencegah penularan wabah Covid-19.    

Kerja sama Malaysia

Komisi Kerja Sama Singapura-Malaysia juga telah sepakat bahwa warga Malaysia pemegang izin kerja akan tetap bisa bekerja di Singapura dengan syarat memenuhi izin tinggal. Sementara itu transportasi barang-barang dari kedua negara tetap akan mendapat fasilitas. 

"Pembahasan di Komisi masih berlangsung," kata Kementerian Tenaga Kerja Singapura. 

Pembatasan yang kian diperketat diumumkan sehari setelah pemerintah Singapura mengonfirmasi dua kasus kematian pertama Covid-19 di negaranya. 

Dua korban meninggal itu adalah seorang perempuan warga negara Singapura yang berusia 75 tahun dan pria berusia 64 tahun asal Indonesia dengan gejala komplikasi akibat Covid-19 pada Sabtu (21/3).

Warga Singapura yang tercatat sebagai kasus Covid-19yang ke-90 memiliki riwayat penyakit jantung kronis dan hipertensi. Ia juga pernah hadir dalam kegiatan di The Life Church and Missions Singapore.   

Korban meninggal kedua adalah kasus Covid-19 yang ke-212 adalah pria warga negara Indonesia dengan riwayat kesehatan penyakit jantung.

Hingga Sabtu (21/3), Singapura melaporkan 47 kasus baru virus korona novel tipe baru (Covid-19) dan total secara nasional 432 kasus.

Sebanyak 39 kasus Covid-19 impor atau imported cases, mereka telah melakukan perjalanan ke Australia, Eropa, Amerika Utara, ASEAN, dan negara Asia lainnya. Sebanyak 33 kasus adalah warga asing yang menetap di Singapura dan pemegag izin tinggal lama di Singapura serta enam orang asing yang berkunjung singkat ke Singapura.

Namun delapan kasus baru Covid-19 terjadi penularan di dalam negeri. Dua orang yang positif Covid-19 terkait dengan beberapa kasus sebelumnya. Tetapi enam kasus tidak berhubungan dengan orang yang terkonfirmasi positif Covid-19.  

Untuk mengurangi risiko penularan Covid-19, pada Jumat (20/3), pemerintah setempat mengumumkan penundaan semua acara atau kegiatan yang melibatkan 250 orang atau lebih. (Channel News Asia/OL-09)  

 

BERITA TERKAIT