22 March 2020, 08:20 WIB

Covidiot, Sebutan bagi yang Bebal Sikapi Covid-19


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

Dalam merespons pandemi virus korona (covid-19), banyak negara memberlakukan penguncian wilayah (lockdown) ketat. Masyarakat yang khawatir dan takut melakukan panic-buying komoditas-komoditas penting gara-gara lockdown.

Akibatnya tisu toilet hingga grosir mengalami kelangkaan. Ketakutan ini menyebabkan krisis pasokan dan menyebabkan ketidaknyamanan bagi orang lain.

Urban Dictionary kini telah menemukan kata baru untuk para penimbun, yaitu 'Cividiot'. Anda juga bisa menggunakan kata itu untuk mereka yang bebal, sukar mengerti, tidak cepat menanggapi, atau acuh tak acuh terhadap arahan pihak berwenang dalam menghadapi krisis covid-19.

Seorang 'Covidiot' tidak memedulikan kesejahteraan orang lain dan akhirnya membeli semua yang dia mau. "Orang-orang ini, pada umumnya, memiliki mentalitas kawanan dan secara tidak sengaja membahayakan populasi umum karena melanggengkan kesalahan, desas-desus, dan dugaan," kata definisi dalam Urban Dictionary.

baca juga: Supermarket Australia Terapkan Waktu Belanja Khusus bagi Lansia

Dijelaskan Covidiot (kata benda), memiliki dua definisi, Pertama, a stupid person who stubbornly ignores 'social distancing’ protocol, thus helping to further spread covid-19. Terjemahan bebasnya bisa diartikan sebagai seorang yang bodoh yang keras kepala, tak mengindahkan aturan menjaga jarak atau social distancing, sehingga berkontribusi dalam penyebaran covid-19.

Contohnya: 'Are you seriously going to visit grandma? Dude, don’t be such a covidiot.'

Definisi kedua, a stupid person who hoards groceries, needlessly spreading covid-19 fears and depriving others of vital supplies. Terjemahan bebasnya adalah orang bodoh yang menimbun belanjaan, menyebarkan ketakutan covid-19 yang tidak perlu dan merampas persediaan vital orang lain.

Contoh dalam kalimat, ’See that guy with the 200 toilet paper rolls? What a covidiot.’ (News18/Hym/OL-14)

BERITA TERKAIT