21 March 2020, 23:02 WIB

Status KLB Deman Berdarah di Sikka Dicabut


Alexander P. Taum | Nusantara

STATUS kejadian luar biasa (KLB) demam berdarah dengue (DBD) di Kabupatean Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (21/3), dicabut, setelah terjadinya penurunan jumlah pasien yang di rawat di tiga rumah sakit setempat.

"Stasus KLB DBD telah dicabut. Dengan dicabut status KLB, penanganan kesehatan menjadi normal. Pembiayaan pasien DBD di rumah sakit dan puskesmas rawat inap kembali ke regulasi seperti menggunakan BPJS dan Kartu Sikka Sehat,'' ujar Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, Sabtu (21/3).

Bupati Sikka mengatakan, sejak ditetapkan status KLB DBD, pihaknya gencar melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), penyelidikan epidemiologi kasus DBD dan penyuluhan kepada seluruh elemen masyarakat dan optimalisasi fogging.

"Kita akan terus melakukan upaya-upaya preventif pencegahan dan sosialisasi gerakan masyarakat untuk selalu hidup sehat. Masyarakat
harus menjaga lingkungan sekitarnya," ungkap Bupati.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus mengaku, memasuki minggu kedua belas, jumlah perawatan pasien DBD di tiga rumah sakit dan puskesmas di Kabupaten Sikka hanya terdapat satu sampai dua observasi pasien DBD.

''Hari ini kita sudah cabut status KLB karena pasien cenderung menurun," katanya.

Ia mengatakan, total keseluruhan kasus DBD berjumlah 1.396 kasus, Pasien yang sembuh sebanyak 1.292 dan yang meninggal akibat DBD ada 14. Ia menuturkan, jumlah pasien DBD yang dirawat saat ini ada 90 pasien.

"Pasien DBD yang sembuh itu ada 1.292 orang," ungkap Petrus Herlemus.

Ia juga mengaku, dokter bantuan dari kementerian kesehatan sudah balik ke Jakarta.

"Yang ada masih ada di Maumere orang kementerian kesehatan yang vektor nyamuk saja. Semua dokter sudah balik ke Jakarta," tutupnya. (OL-2)).

 

BERITA TERKAIT