21 March 2020, 21:44 WIB

Petrosea Optimistis Bisnis Pertambangan Tetap Prospektif


Antara | Ekonomi

PERUSAHAAN yang bergerak di bidang kontrak pertambangan, rekayasa dan konstruksi, serta jasa migas, PT Petrosea Tbk optimistis bisnis pertambangan tetap prospektif ke depannya.

“Kami optimistis, tahun lalu saja di tengah volatilitas harga batubara termal dan kondisi ekonomi global yang kurang kondusif, perusahaan mencatatkan kinerja keuangan dan operasional yang menggembirakan,” kata Presiden Direktur Petrosea Hanifa Indradjaya di Jakarta, Sabtu (21/3).

Ia mengatakan sejumlah strategi akan diterapkan dengan mengacu pada pencapaian sepanjang tahun lalu yang didorong berbagai inisiatif strategis dan upaya transformasi.

"Hal itu dilakukan guna memastikan sustainable superior performance perusahaan untuk tahun-tahun mendatang," kata Hanifa.

Pada 2019, perusahaan yang telah beroperasi selama 48 tahun di Indonesia mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 2,3% dari US$465,74 juta pada 2018 menjadi US$476,44 juta.

Selain itu, Petrosea mencatatkan laba US$31,18 juta pada 2019 yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk jika dibandingkan dengan US$22,96 juta pada tahun sebelumnya, atau naik 35,80% secara tahunan.

Kontribusi dari lini bisnis kontrak pertambangan mencapai 60,25% terhadap total pendapatan perusahaan dengan menggunakan armada yang diupayakan efisien dan efektif dalam mencapai volume produksi.

Sedangkan kontribusi dari lini bisnis rekayasa dan konstruksi mencapai 20,5% dan lini bisnis logistik dan support services mencapai 18,66 persen terhadap total pendapatan perusahaan.

“Selain itu inisiatif strategis kami untuk melakukan transformasi kegiatan operasional melalui digitalisasi mendapatkan pengakuan dari dunia internasional yakni oleh World Economic Forum sebagai satu-satunya perusahaan tambang dan satu-satunya perusahaan milik Indonesia yang masuk ke dalam Global Lighthouse Network,” ujarnya.

Perusahaan itu dinilai unggul karena kemampuannya dalam menyediakan jasa pertambangan terpadu pit-to-port, kemampuan rekayasa dan konstruksi yang terintegrasi serta jasa logistik, dengan selalu berkomitmen penuh terhadap penerapan keselamatan, kesehatan kerja dan lingkungan, manajemen mutu, dan integritas bisnis.

Pada 1990, Petrosea menjadi perusahaan rekayasa dan konstruksi Indonesia pertama yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (IDX) dengan kode PTRO.

Petrosea didukung penuh pemegang saham utamanya yakni PT Indika Energy Tbk, yang merupakan perusahaan energi di Indonesia yang menyediakan solusi energi terpadu melalui investasinya di bidang sumber daya energi, jasa, dan infrastruktur. (Antara/OL-09)

BERITA TERKAIT