21 March 2020, 16:52 WIB

Mulai Senin, Transjakarta Kurangi lagi Layanan dan Jangkauan


Putri Anisa Yuliani/Selamat Saragih | Megapolitan

PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) kembali memberlakukan penyesuaian operasional setelah Keputusan Gubernur Nomor 337 Tahun 2020 tentang Penetapan Status Tanggap Darurat Bencana Wabah Covid-19 di Jakarta pada Jumat (20/3).

"Mulai Senin (23/3), bus Transjakarta akan kembali mengurangi layanan dan jangkauan operasional," ujar Kepala Divisi Sekretaris Korporasi dan Humas PT Transportasi Jakarta, Nadia Diposanjoyo, dalam keterangannya, di jakarta, Sabtu (21/3).

Penyesuaian itu dimulai pada Senin, 23 Maret 2020 Transjakarta hanya akan mengoperasikan layanan dalam koridor mulai pukul 06.00 WIB hingga–20.00 WIB. Hal ini untuk terus mendorong agar masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah.

Baca juga: Operasional Dibatasi, Penumpang MRT Turun Drastis

Rute-rute nonkoridor akan dihentikan untuk sementara waktu termasuk layanan feeder nonkoridor, bus wisata, angkutan perbatasan, Angkutan Rusun, Royaltrans, Mikrotrans hingga angkutan malam hari (Amari).

"Penutupan halte dilakukan pada pukul 20.00 WIB. Bagi pelanggan yang masih di dalam halte setelah halte ditutup dan berada dalam posisi menunggu kedatangan bus dikarenakan adanya pembatasan jumlah penumpang dalam satu bus, kami pastikan akan kami layani dengan baik," kata Nadia.

Baca juga: TransJakarta Kembali Normal

Selain itu, untuk memastikan terselenggaranya social distancing dalam bus, PT Transjakarta akan memastikan frekuensi bus yang memadai pada setiap koridor dan halte transit. "Transjakarta mengajak seluruh pelanggan dan warga DKI untuk bersama-sama memutus mata rantai penularan dengan secara disiplin mematuhi peraturan jarak aman yang telah ditentukan dan benar-benar membatasi aktifitas keluar rumah yang berpotensi terpapar covid-19," tukas Nadia.

Baca juga: Ada Antrean Panjang, TransJakarta Minta Warga Untuk Bersabar

Kendati dilakukan pembatasan, Transjakarta secara konsisten tetap melaksanakan prosedur sterilisasi bus dan halte secara berkala setiap hari, memberikan keterangan tempat pijakan jarak aman di dalam dan luar bus, menyediakan hand sanitizer, meniadakan transaksi uang tunai, memastikan petugas dalam kondisi kesehatan yang baik, memeriksa kesehatan pelanggan sebelum menggunakan layanan dan memaksimalkan siaga layanan kesehatan pada seluruh koridor. (X-15)

BERITA TERKAIT