21 March 2020, 16:12 WIB

ODP Korona Capai 92 Orang, Dokter di NTT Minta Tutup Penerbangan


Palce Amalo | Nusantara

KETUA Perhimpunan Dokter Umum Indonesia Cabang Nusa Tenggara Timur (NTT), Teda Littik minta pemerintah daerah menutup sementara penerbangan untuk memutus mata rantai penularan virus korona (covid-19).

Lantaran sampai Sabtu (21/3) siang jumlah orang dalam pengawasan (ODP) covid-19 telah mencapai 92 orang, bertambah dari satu hari sebelumnya 41 orang.

"Kalau tanya ke dokter, mereka pasti bilang begitu (membatasi penerbangan dari luar). Orang masih banyak datang dan tidak terkontrol.
Harus cepat diputuskan rantainya agar ODB jangan makin banyak," katanya saat dihubungi wartawan.

Dia beralasan, jika pemerintah daerah tidak menutup sementara penerbangan, jika muncul satu kasus korona positif, pemerintah bakal
kewalahan. "Bahaya, karena rumah sakit (di NTT) belum siap," tambahnya.

Hal itu dilihat dari peralatan pelindung diri pasien dan tim medis yang masih minim. Sampai saat ini, tidak ada yang tahu orang-orang yang
berdatangan dengan pesawat udara ke NTT, positif atau negatif korona, apalagi mereka yang datang dari daerah-daerah yang sudah terpapar
korona.

"Saya tanya di grup WhasApp dokter, kenapa ini orang-orang pergi-pergi lagi," ujarnya.

Menurutnya ada dua alasan yang disampaikan para dokter yakni terkait kesadaran masyarakat melindungi diri dari virus korona.
Masyarakat tidak mengerti, cuek dan anggap enteng.  Selain itu, masih ada kesempatan bagi mereka untuk bepergian ke daerah-daerah yang terjangkit.

Saat ini, jumlah langkah yang diambil Pemerintah NTT yakni social distancing dan meliburkan sekolah, sudah berjalan baik. Namun, salah
satu persoalan lagi ialah masih ada orang yang terus berdatangan dari daerah-daerah yang terjangkit korona, serta pebisnis yang masih
beraktivitas seperti biasa.

"Ini orang-orang bisnis tidak bisa sabar dulu ya, untuk dapat keuntungan ya, tapi kita bicara sehat dulu baru bisa bisnis kan," ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan NTT dokter Dominikus Minggu mengatakan data ODP tersebut sesuai yang dilaporkan dinas kesehatan kabupaten dan kota. Mereka adalah orang-orang yang baru kembali dari daerah terpapar virus korona di Indonesia.

Menurutnya, ada kabupaten yang angka ODPnya mengalami peningkatan, akan tetapi data itu masih terbatas pada pantauan di lapangan. ''Yang kita pedomani ialah data notifikasi'' katanya.

Dari 92 ODP yang disebutkan tersebut, hanya lima orang yang dirawat yakni dua orang dirawat di RS TC Hillers Maumere dan tiga orang dirawat di RS WZ Johannes Kupang. ODP lainnya menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing, namun tetap dalam pantauan tim medis. (OL-2)

 

VIDEO TERKAIT :

BERITA TERKAIT