21 March 2020, 13:59 WIB

GWK Bali Disemprot Disinfektan


Arnoldus Dhae | Nusantara

Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali yang diketuai Sekda Dewa Made Indra menggencarkan upaya pencegahan penyebaran Covid-19 melalui gerakan penyemprotan disinfektan. Pada Sabtu (21/3/2020), Dewa Indra bersama sejumlah pimpinan OPD Pemprov Bali melakukan penyemprotan disinfektan di areal objek wisata Garuda Wisnu Kencana (GWK) Jimbaran, Kabupaten Badung. 

Menurut Dewa Indra, kegiatan ini merupakan lanjutan upaya disinfeksi secara massal yang dilakukan di seluruh kabupaten/kota. "Kita sengaja memilih GWK sebagai tempat untuk disinfeksi karena ingin mengirim pesan kepada masyarakat kita dan juga pengelola destinasi wisata bahwa objek wisata adalah salah satu tempat berisiko tinggi dalam penyebaran Covid-19. Kita tahu bahwa GWK adalah salah satu ikon pariwisata Bali. Jadi kita ingin mengirim pesan bahwa objek wisata rentan penularan. Mari kita terus lakukan berbagai upaya, termasuk disinsfeksi, jangan berhenti karena jumlah yang terjangkit terus bertambah," ujarnya.

Bersama dengan seluruh tim dan petugas kesehatan, seluruh titik di GWK disemprot. Dimulai dari bagian depan di lobi, loket pembelian karcis, loket, hingga ke seluruh titik di bagian dalam. Penyemprotan dilakukan secara sangat detail untuk mencegah Korona. 

Baca Juga: Antisipasi Korona Kalsel Tutup Sejumlah Obyek Wisata

Selain melakukan penyemprotan, sebagian petugas melakukan sosialisasi baik kepada para karyawan maupun kepada pengunjung yang sempat ditemui. Materinya soal bahaya dan pencegahan korona, upaya antisipasi, pola hidup bersih dan sehat, cuci tangan, pola hidup makan, istirahat, dan seterusnya.

Dewa Indra juga menjelaskan data Covid-19 di Bali. Hingga tadi malam, di Bali tercatat 4 pasien positif Covid-19, terdiri dari 2 WNA dan 2 WNI. Dari empat pasien positif itu, dua meninggal yaitu WNA. 

"Pasien WNA pertama yang meninggal, seperti sudah kita ketahui bersama melalui informasi sebelumnya. Sedangkan yang satunya lagi adalah WNA 72 Tahun, meninggal pada 15 Maret 2020. Pasien WNA ke-2 yang dinyatakan positif Covid-19 awalnya didiagnosa oleh pihak RS menderita penyakit jantung. Tapi karena dalam situasi penyebaran COVID-19, yang bersangkutan juga dicek dan ternyata positif Covid-19. Saat ini kami sedang berkoordinasi dengan pihak konsulat asal WNA dimaksud untuk proses pemakaman atau kremasi. Berkenaan dengan WNA kedua positif Covid-19 yang dinyatakan meninggal, kami telah melakukan penelusuran atau contact tracing dan baru menemukan satu orang terdekatnya selama di Bali, tentunya ini akan terus dikembangkan," ujarnya.

Baca Juga: Pemkab Bandung Barat akan Tutup Tempat Wisata Antisipasi Korona

Sedangkan pasien ke-3 dan 4 adalah WNI. Satunya dirawat di salah satu RS rujukan di Bali, satunya lagi dirawat di RS luar Bali karena yang bersangkutan sudah kembali ke daerahnya.

Terkait penambahan jumlah kasus pasien positif, saat ini ada 199 ODP (Orang Dalam Pengawasan) yang terkait kontak dengan pasien. "Jumlah ini bisa bertambah karena tim surveilans kami di lapangan terus menelurusi siapa yang sempat kontak dengan pasien positif. Jumlah 199 ODP itu saat ini dalam keadaan sehat, tim kami sudah melakukan edukasi. Karena sebagian dari mereka adalah tenaga medis, rata-rata sudah tahu protokol isolasi mandiri dan melaksanakan PHBS. Sedangkan yang berstatus PDP dan menunggu hasil lab, saat ini berjumlah 21 pasien dan dirawat di sejumlah RS rujukan. Seluruhnya dalam kondisi baik,' ujarnya.

Menurut Sekda, yang paling penting harus diketahui masyarakat adalah, penyebaran Covid-19 makin meluas dan di Bali sudah ada yang terjangkit. "Masyarakat saya minta meningkatkan kewaspadaan, kurangi aktifitas di luar rumah, patuhi instruksi pemerintah untuk melakukan social distancing. Orang tua harus mengawasi anaknya agar jangan pergi ke tempat hiburan, objek wisata dan tempat keramaian yang rentan penularan Covid-19. Semua harus ingat, tak satupun dari kita yang kebal terhadap virus ini," ujarnya.

Gubernur Bali juga telah mengeluarkan beberapa surat edaran dan instruksi terkait penutupan sementara objek wisata, membatasi keramaian dan hiburan termasuk tajen serta meniadakan pawai ogoh-ogoh. "Saya harapkan ini dipatuhi demi kesematan masyarakat. Jangan sampai kena dan jangan sampai menyebarkan ke orang lain," ujarnya. (OL/OL-10)

BERITA TERKAIT