21 March 2020, 13:52 WIB

Pemkot Malang Luncurkan Aplikasi Tangkal Korona


Bagus Suryo | Nusantara

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Malang, Jawa Timur, meluncurkan aplikasi pendeteksi korona, Sabtu (21/3). Warga Kota Malang bisa mengecek status kesehatan secara mandiri dengan mengisi pertanyaan sederhana tentu didahului memasukkan data diri.

Keberadaan aplikasi ini untuk mengetahui setiap warga berisiko terpapar coronavirus disease 19 (covid-19). Dengan inovasi ini pula sekaligus membangun databased. Tujuannya guna mengurangi pernyebaran dan memudahkan dalam tracking sebaran orang berisiko terpapar covid-19.

Aplikasi tersebut juga menampilkan info grafis tentang informasi seputar covid-19 di Kota Malang. Informasi rumah sakit rujukan di Kota Malang juga tersedia secara lengkap, yaitu Rumah Sakit Saiful Anwar Malang, RST Soepraoen, RS Lavalette dan RS Panti Waloeyo (RKZ).

Sejak diluncurkan pagi ini sampai pukul 13.00 WIB, sebanyak 1.860 warga sudah mengisi, 101 warga berisiko covid-19 dan 1.052 warga yang sehat.

Dalam rilis Humas Pemkot Malang, Walikota Malang Sutiaji mengungkapkan aplikasi ini dibangun oleh anak muda yang terampil, kreatif dan inovatif. Mereka tergabung dalam Komunitas Pengembang Aplikasi.

"Ini kita kembangkan (develop) sebagai salah satu upaya pencegahan terhadap penyebaran virus covid-19 melalui adanya keakuratan data terhadap kondisi masyarakat," tegasnya.

Untuk itu, lanjutnya, Tim Percepatan Pembangunan dari unsur akademisi diminta memanfaatkan teknologi informasi guna menunjang ketersediaan data yang diperoleh secara cepat dan akurat.

Di aplikasi coronadetektor.malangkota.go.id memiliki fungsi mengecek kondisi kesehatan masyarakat. Selain itu memantau sebaran masyarakat yang berisiko tertular virus Corona.

"Saya persilahkan warga untuk memanfaatkannya,  karena ini akan jadi metode penampisan secara efektif, sekaligus kita secara bersama dapat memonitor kondisi Kota Malang secara menyeluruh. Tentu kejujuran dan akurasi pengisian data menjadi kata kuncinya. Kita harus Gotong Royong melawan Corona," katanya.

Sebelumnya, Pemkot Malang meluncurkan inovasi Sikat Corona (SiCo). Alat yang didesain khusus itu berfungsi mensterilkan orang dengan cairan disinfektan. Alat akan menyemprotkan cairan disinfektan sekaligus mematikan atau mengantisipasi bakteri di bilik screening.

Inovasi SiCo ini dibuat oleh Tim Percepatan Pembangunan yang dimotori Profesor Mohammad Bisri atas permintaan Walikota Malang Sutiaji. Lalu, akademisi Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT UB) membuat alat yang manfaatnya untuk menangkal bakteri di perkantoran dan ruang publik tersebut. Alat itu secara efektif digunakan pada 20 Maret 2020.

Cara kerja SiCo ialah menyemprotkan kabut atau uap disinfektan ke tubuh manusia. Alat ini kerangkanya di produksi oleh mahasiswa FT UB, adapun cairannya disiapkan Dinas Kesehatan.

"Dengan spirit semua pihak gotong royong gerak cepat, maka minggu ini kita produksi 50 unit, dan ditahap awal akan dipasang 20 unit di titik-titik keramaian dan pelayanan di Kota Malang," tuturnya.(OL-2)

BERITA TERKAIT