21 March 2020, 13:51 WIB

Kritisi Kesiapan Tenaga Medis, DPR: Pemerintah Harus Transparan


Ihfa Firdausya | Humaniora

ANGGOTA Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani, meminta pemerintah transparan terkait kesiapan tenaga kesehatan dalam menghadapi virus korona (Covid-19). Terutama, alat pelindung diri (APD) untuk tenaga kesehatan yang berada di garda terdepan penanganan pandemi global.

"Kita harus memberikan apresiasi tinggi dan terima kasih kepada seluruh garda terdepan. Oleh karena itu, diperlukan transparansi dan kemampuan pemerintah untuk memberikan perlindungan kepada tenaga kesehatan, dokter dan perawat," ujar Netty, anggota fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dalam sebuah diskusi, Sabtu (21/3).

"Apakah sejumlah APD sudah disiapkan? Kemudian masker khusus tenaga medis apakah sudah disediakan, termasuk nutrisi, suplementasi, perlindungan hukum, dan mungkin insentif," imbuh Netty.

Transparansi, lanjut Netty, juga harus dilakukan dalam memberikan informasi pendeteksian Covid-19 di tengah masyarakat.

Baca juga: BIN: Masa Puncak Penyebaran Korona Diprediksi Saat Ramadan

"Kalau kita lihat tracking-nya dari 2 Maret sampai sekarang kok eksponensial kejadiannya. Dari 2, 6, 9, kok tiba-tiba sekarang 369. Ini harus dijelaskan oleh pemerintah, transparansi tentang sebaran wilayah," jelasnya.

Dengan begitu, masyarakat bisa melakukan upaya perlindungan secara mandiri. Kendati demikian, dia mengapresiasi langkah yang dilakukan pemerintah sejauh ini.

"Tentu saja saya berterima kasih kalau pada akhirnya, misalnya, menunjuk jubir yang memberikan informasi secara reguler setiap hari. Termasuk menyusun protokol kesehatan, transportasi publik, dan sebagainya," tutur Netty.

"Tapi itu harus ditingkatkan. Kenapa hari ini ada panic attack, panic buying dan sebagainya. Ini kan gambaran informasi yang sampai ke masyarakat tidak utuh," pungkasnya.(OL-11)

BERITA TERKAIT