21 March 2020, 13:34 WIB

Karena Mulai Langka, Sejumlah Apotek Batasi Penjualan Alkohol


Mitha Meinansi | Nusantara

SETELAH beredar informasi yang menyebutkan alkohol sebagai antiseptik yang dapat mengatasi penularan virus korona (Covid-19). Hal itu seketika membuat alkohol menjadi barang paling dicari setelah instant hand sanitizer dan masker, saat ini yang masih sulit diperoleh.

Sejak awal Maret 2020, berbagai toko dan apotek yang tersebar di Kota Palu dan Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, mengaku kehabisan stok masker dan hand sanitizer. Cairan pembunuh kuman tanpa dibilas itu, menjadi barang konsumtif paling dicari, setelah merebaknya wabah virus korona (Covid-19). Kini alkohol pun menyusul.

Alkohol 70 % yang digunakan sebagai cairan antiseptik mulai hilang sejak awal pekan. Beberapa apotek yang berada di Kota Palu mengaku kehabisan  stok alkohol, karena mendadak menjadi barang serbuan warga.

Baca Juga: Alkohol 70% Langka di Apotek Tasikmalaya

Dari pantauan Media Indonesia, bahkan terdapat beberapa apotek yang membatasi penjualan alkohol. Satu orang hanya bisa membeli satu botol alkohol, dengan alasan memberikan rasa keadilan. Meskipun harganya  terbilang lebih mahal dari hari harga  biasanya, alkohol dengan kadar 70% sebagai cairan antiseptik dan disinfektan sangat laku keras.

Salah seorang karyawati yang bertugas di apotek yang berada di jalan Guru Tua, Desa Kalukubula, Kabupaten Sigi, bahkan dengan tegas menyampaikan bahwa satu pembeli hanya bisa membeli satu botol alkohol.

''Masih ada stok, tapi setiap orang hanya bisa membeli satu botol. Saya tidak diperbolehkan menjual lebih dari satu botol kepada satu orang,'' ujar Nina, karyawan apotek Kasih Farma, Sabtu (21/3). 

Baca Juga: Setelah Masker dan Hand Sanitizer, Alkohol 70% Langka di Sulteng

Menurut Nina, pemilik apotek tersebut sudah berpesan dan mewanti-wanti untuk tidak menjual ketersediaan alkohol lebih dari satu botol kepada satu pembeli. (MT/OL-10)

BERITA TERKAIT