21 March 2020, 13:34 WIB

Rapid Test Dilakukan untuk Orang Melakukan Kontak Tracing


M. Iqbal Al Machmudi | Humaniora

JURU Bicara Presiden, Fadjroel Rachman mengungkapkan rapid test dilakukan hanya kepada individu yang diduga melakukan kontak langsung dengan pasien positif terpapar virus korona (covid-19).

Selain itu lokasi, tempat, fasilitas umum yang diduga paling banyak dikunjungi masyarakat turut dilakukan rapid test bagi orang di sekitarnya.

"Mudah-mudahan semoga dipahami secara baik karena ada yang menyangka ini akan dilakukan ke seluruh rakyat Indonesia, itu akan dilakukan tetap melalui metode contact tracing," kata Fadjroel dalam acara Polemik Trijaya, Sabtu (21/3).

Menurutnya, jadi tempat-tempat dimana peluangnya paling besar dan kemudian ada meraka yang positif di sana maka itu adalah tempat yang paling banyak dilakukan rapid test.

Serupa dengan rapid test, screening juga tidak dilakukan secara masal atau seluruh masyarakat Indonesia dilakukan screening. Hanya individu yang diduga melakukan kontak langsung.

"Tidak masal dalam pengertian 270 Juta penduduk. Metodenya tetap contact tracing. jadi ditrack mereka yang ada kemungkinan ada kontak dengan orang yang mengalami positif," ujar Fadjroel.

Namun, lingkup screening sedikit lebih besar karena tes screening tidak memakan waktu lama yang sebelumnya harus memakan waktu empat hari untuk tes Covid tersebut.

"Karena kami harus 3-4 hari pengambilan swab itu saya sendiri dijelaskan itu harus melakukan dibiakkan dalam kaca pantry dan segala macam 3-4 hari. dengan rapid test lebih cepat. tapi metodenya tetap sama yaitu contact tracing, melacak kontak," tutupnya. (OL-2)

BERITA TERKAIT