21 March 2020, 11:16 WIB

Terbukti Sembuhkan Covid-19, Stempel Hoaks Obat Klorokuin Dicabut


Astri Novaria | Humaniora

KEMENTERIAN Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengklarifikasi pernyataannya terkait klorokuin yang bisa menyembuhkan virus korona (Covid-19). Atas adanya informasi terbaru bahwa klorokuin telah melewati uji klinis dan direkomendasikan untuk penyembuhan Covid-19, maka stempel disinformasi tersebut dicabut Kominfo.

"Dengan adanya informasi terbaru yang dirilis tanggal 16 Maret 2020 bahwa ternyata Klorokuin direkomendasikan untuk menjadi bagian dalam proses penyembuhan Covid-19 dan telah melewati uji klinis terhadap 100 pasien di 10 rumah sakit di Tiongkok, maka stempel disinformasi pada tanggal 15 Maret 2020 kami cabut," demikian kutipan yang dilansir dari laman kominfo.go.id.

Baca juga: Cerita dr Handoko ke Ganjar: Situasinya Buruk, Perlu Terobosan
 
Adapun sebelumnya lewat pernyataan resmi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada tanggal 20 Februari 2020, Janet Diaz sebagai Kepala Perawatan Klinis dalam Program Emergensi WHO, menyatakan bahwa pihaknya belum memiliki bukti bahwa klorokuin dapat menyembuhkan pasien Covid-19. 

Internet dan media sosial sempat diramaikan dengan kabar yang mengklaim obat antimalaria chloroquine phosphate atau klorokuin fosfat dapat menyembuhkan pasien virus korona. Dalam rekaman suara WhatsApp selama dua menit, seorang pria yang berbicara dengan bahasa Inggris dengan aksen Nigeria itu menyebut chloroquine telah terbukti sebagai solusi dari virus corona SARS-CoV-2 karena mampu melawan virus yang masih satu keluarga dengan MERS-CoV dan SARS-CoV ini. (OL-6)

BERITA TERKAIT