21 March 2020, 09:01 WIB

Aktivis: Trump Tunggangi Krisis Covid-19 untuk Usir Imigran


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

Sejumlah kelompok hak asasi dan pendukung imigran mengutuk Presiden AS, Donald Trump, yang memerintahkan pengembalian imigran ilegal. Langkah Trump dikecam karena dapat memicu sentimen antiimigran.

Sebelumnya, Trump dituding mengobarkan kefanatikan. Sebab, dia berulang kali menyebut virus korona (Covid-19) sebagai “virus Tiongkok”. Padahal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengeluarkan panduan untuk tidak mengaitkan virus mematikan terhadap kelompok orang, lokasi, atau etnis tertentu.

Menyusul keputusannya, banyak pihak juga menuduh Trump mengaitkan penyebaran virus ke gelombang imigran illegal. Meski sejauh ini belum ada bukti yang mendukung pernyataannya.

Baca juga: Trump: Amerika Serikat Darurat Nasional Virus Korona

"Menyulut xenophobia atau memicu sentimen antiimigran dengan menyebut Covid-19 sebagai virus Tiongkok, atau menghubungkan krisis kesehatan dengan imigran di perbatasan. Itu jelas sengaja menyulut kebencian," ujar anggota Kongres AS, Veronica Escobar.

"Sejarah menunjukkan, dengan mengambinghitamkan sejumlah kelompok, terutama di masa krisis mengarah pada kekerasan. Kami melihat terlalu banyak selama kepemimpinan Anda. Hentikan itu," serunya.

Advokat hak imigran, Julissa Arce Raya, menyebut Trump berupaya menggunakan pandemi global sebagai alasan untuk memenuhi janji kampanyenya yang sangat antiimigran.

Baca juga: Negara Eropa Sepakat Terima Anak Imigran

Trump diketahui segera mengajukan undang-undang dengan pertimbangan pandemi Covid-19. Pihaknya ingin memblokade gelombang imigran tidak berdokumen yang memasuki wilayah AS, baik dari perbatasan utara atau selatan. Dalam konferensi pers, Trump juga mengumumkan AS dan Meksiko akan membatasi perjalanan tidak penting yang melintasi kawasan perbatasan. Langkah itu merupakan upaya untuk membatasi penyebaran virus korona.

Menteri Luar Negeri Meksiko, Marcelo Ebrard, mengatakan negaranya akan mempersilahkan AS untuk mengembalikan imigran Meksiko dan Amerika Tengah, yang tertangkap mencoba masuk ke wilayah AS melalui rute tidak resmi. Di lain sisi, pihaknya tidak akan mengizinkan AS untuk mengirim kembali imigran yang ditahan di perbatasan bersama, namun bukan warga Meksiko atau Amerika Tengah. Mengingat, sekitar 120 imigran dari wilayah tersebut ditahan di perbatasan setiap hari.(AlJazeera/OL-11)

BERITA TERKAIT