20 March 2020, 21:48 WIB

Boyolali Tutup Museum R. Hamong Wardoyo


Antara | Nusantara

DINAS Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boyolali selaku pengelola Museum R. Hamong Wodoyo di simpang Tegalwire Kabupaten Boyolali, Jateng, mulai Jumat ini, ditutup sementara untuk mencegah penyebaran virus corona atau COVID-19.

Bangunan rumah yang digunakan untuk menyimpan seratusan koleksi benda cagar budaya dan jenis benda sejarah lainnya tersebut ditutup sementara untuk para pengunjung mulai Jumat ini hingga Minggu (29/3), guna mencegah penyebaran virus yang ditetapkan menjadi pandemi itu.

Menurut Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kabupaten Boyolali Budi Prasetyaningsih membuat keputusan itu setelah mendapat surat edaran dari Bupati Boyolali serta disusul dengan surat edaran dari Kepala Disdikbud Kabupaten Boyolali, maka museum bangunan berlantai dua tersebut ditutup sementara.

"Kami sudah tidak terima kunjungan wisatawan yang mayoritas pelajar mulai Jumat hingga 10 hari ke depan. Hal ini, juga sambil menunggu perkembangan terkini terkait COVID-19," katanya.

Dia mengatakan, museum kebanggaan warga Boyolali tersebut sebelum sempat buka seperti biasa, tetapi khusus masyarakat lokal saja, sedangkan wisatawan dari luar kabupaten diminta untuk menunda agenda kunjungan ke museum.

Museum R. Hamong Wardoyo Boyolali memiliki banyak koleksi benda cagar budaya di antaranya, relief, diorama, foto, arca, dan hingga benda cagar budaya yang tidak bisa dinilai.

Selain itu, museum wisata edukasi yang berlokasi di Tegalwire, Kecamatan Mojosongo Boyolali tersebut juga mempunyai beberapa replika ikon terkenal di Kabupaten Boyolali. Misalnya replika Patung Sapi Ndekem, replika Patung Arjuna Wijaya, replika Monumen Susu Murni dan replika Patung Sosro Birowo.

Pihaknya selama penutupan museum akan melakukan pembersihan dan pembenahan di sekitar area museum. Salah satu pembersihan yang dilakukan yakni dengan penyemprotan disinfektan secara mandiri untuk mencegah penyebaran virus.

"Secara mandiri ada penyemprotan disinfektan dan untuk kebersihan, kami sudah mulai untuk menyiapkan hand sanitizer. Jadi ditutup itu, kami tetap bekerja untuk berbenah diri," katanya. (OL-12)

BERITA TERKAIT