21 March 2020, 02:40 WIB

Anggota DPRD Blora Tolak Tes Korona


(Che/AS/SL/BB/N-3) | Nusantara

ANGGOTA DPRD Kabupaten Blora, Jawa Tengah, marah-marah ketika petugas medis hendak memeriksa kesehatannya sepulang kunjungan kerja dari Lombok, Nusa Tenggara Barat. Peristiwa itu berlangsung di Terminal Padangan, Kamis (19/3) malam.

Saat itu, 37 dari 45 anggota DPRD Blora memasuki perbatasan Bojonegoro-Blora, yaitu di Terminal Padangan, disambut tim medis dari Dinas Kesehatan Kabupaten Blora untuk pemeriksaan kesehatan guna mengantisipasi penularan covid-19. Namun, beberapa di antara mereka tidak menerima upaya yang dilakukan petugas medis. Salah seorang anggota DPRD, yakni Warsit dari Partai Hanura, bahkan marah-marah.

Dia meminta petugas medis menunjukkan SOP dan surat tugas khusus untuk pemeriksaan kesehatan para wakil rakyat. "Kami ini anggota dewan, bukan gembala. Mana SOP dan surat tugasnya, ada undang-undangnya tidak?" kata Warsit di hadapan para tenaga medis.

Saat menanggapi insiden itu, Kapuspen Kementerian Dalam Negeri, Bahtiar, mengatakan mestinya anggota DPRD Blora membantu petugas medis dalam menjalakan tugas mengecek kesehatan mereka.

Secara terpisah, sebanyak 64 siswa SMA Negeri 1 Kota Jambi, lima guru pendamping, lima sopir, dan tiga awak perusahaan travel, dikarantina tim terpadu penanganan korona di Gedung Balai Pelatihan Kesehatan, Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muaro Jambi. Hal itu dilakukan karena mereka baru kembali piknik dari Yogyakarta, Malang, dan Bandung.

Di Cianjur, Jawa Barat, lima pejabat perusahaan umum daerah beserta istri mereka harus menjalani isolasi mandiri seusai pulang liburan dari Eropa. (Che/AS/SL/BB/N-3)

BERITA TERKAIT