21 March 2020, 01:40 WIB

Desa Wisata Palembang Incar Pelancong


Dwi Apriani | Nusantara

PEMERINTAH daerah terus berupaya menaikkan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata melalui berbagai cara. Pemerintah Kota Palembang, Sumatra Selatan, misalnya, kini tengah mendorong hadirnya desa wisata di setiap kecamatan.

Rencana pengembanan destinasi wisata di 18 kecamatan yang ada di kota tersebut kini tengah dipetakan dengan melibatkan akademisi. Desa wisata yang ada di setiap kecamatan harus spesifik sehingga wisatawan lebih mudah menentukan pilihan sebelum berkunjung.

"Di Kecamatan Seberang Ulu I, misalnya, sudah ada kampung layang-layang. Sekarang kami ingin setiap kecamatan juga punya satu destinasi yang spesifik sehingga wisatawan tahu mau ke mana," kata Asisten II Sekretariat Daerah Kota Palembang, Shinta Raharja, beberapa waktu lalu.

Ia berharap kehadiran desa wisata di setiap kecamatan dapat meningkatkan PAD kota itu dari sektor pariwisata. Sebab, ujarnya, PAD pariwisata Palembang saat ini masih mengandalkan dari hotel dan restoran. Adapun retribusi yang dipungut dari tiket masuk destinasi wisata belum optimal.

"Kami belum sampai pada tahapan bagaimana bisa menjual wisata di kota ini. Yang menggunakan HTM (harga tanda masuk) hanya di Hutan Wisata Puntikayu. Tempat lain belum," kata Shinta.

Menurut dia, sebetulnya Pemkot Palembang pernah melakukan pemetaan destinasi wisata, tetapi belum optimal. Oleh karena itu, peran pihak lain seperti akademisi dapat membantu memperkuat pemetaan sektor tersebut.

Terkait dengan itu, Rektor Universitas Taman Siswa Palembang Joko Siswanto mengatakan Kota Palembang punya banyak potensi wisata yang dapat dikembangkan, dari potensi wisata alam, kuliner, budaya, hingga sejarah. Namun, fasilitas pendukungnya harus diperbaiki agar wisatawan mudah menjangkau destinasi-destinasi itu.

"Objek wisatanya ada. Akan tetapi, kalau fasilitas pendukungnya tidak ada, wisatawan akan sulit menjangkau," kata Joko.

Sektor pariwisata Kota Palembang pada 2019 menyumbang sekitar 30% dari Rp1,3 triliun PAD. Angka tersebut naik 20% bila dibandingkan dengan pada 2018 atau sebesar Rp185 miliar dari total PAD Rp1 triliun.

Potensi Klaten

Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, kini juga terus mengembangkan wisata desa. Oleh karena itu, baru-baru ini berlangsung festival desa wisata dan lomba kelompok sadar wisata yang digelar di objek wisata Bukit Sidoguro, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat.

Festival dan lomba itu diharapkan dapat mendongkrak produk-produk dan inovasi karya desa wisata dan kelompok sadar wisata agar lebih dikenal masyarakat.

"Festival desa wisata dan lomba kelompok sadar wisata diselenggarakan sebagai ajang pamer dan promosi produk-produk unggulan dan inovasi desa wisata," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Klaten Sri Nugroho.

Selain itu, ajang tersebut digelar demi membangkitkan kreasi, inovasi, dan peran masyarakat dalam mengembangkan pariwisata berbasis desa.

Sementara itu, Gubernur Jawa barat Ridwan kamil menawarkan Tourism Summit 100 kepada sejumlah investor. Investasi untuk setiap destinasi wisata yang mengandalkan keindahan alam Jawa Barat itu ditargetkan sekitar Rp10 miliar hingga Rp50 miliar. (JS/CS/N-1)

BERITA TERKAIT