20 March 2020, 20:38 WIB

25 Tenaga Medis Positif Covid-19, 1 Orang Meninggal


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

HINGGA sore ini ada 223 kasus positif korona atau Corona Virus Disease (Covid-19) di Jakarta dan 20 pasien di antaranya meninggal dunia. Jumlah kasus positif ini meningkat dibandingkan kemarin dengan 210 kasus.

Dari 223 kasus positif itu, sebanyak 25 orang merupakan tenaga medis. Seorang tenaga medis telah meninggal dunia. Untuk itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali menekankan pentingnya mengurangi aktivitas di luar untuk mengurangi penularan.

"Ini sifatnya imbauan dan kami mengundang kepada semua, ini adalah tanggung jawab moral. Tenaga medis tadi bekerja siang malam dan saat ini sudah ada yang terpapar 25 tenaga medis di Jakarta yang terkonfirmasi positif, 1 meninggal. Bila kita ingin saudara-saudara kita terbebas, maka tinggal di rumah," kata Anies di Balai Kota, Jumat (20/3).

 

Baca juga: Polisi di Jakarta Fit dan Bebas Covid-19

 

Ia pun meminta agar perusahaan swasta juga turut andil dalam mengendalikan penularan ini melalui penerapan kerja dari rumah atau work from home (WFH).

"Perusahaan juga ambil tanggung jawab. Bila kita ingin membantu saudara kita yang bekerja menyembuhkan, merawat, cara mengurangi beban mereka adalah dengan tinggal di rumah. Beredar itu foto-foto tim dokter, tim medis yang fotonya mengatakan 'izinkan kami berjuang di RS, bagian anda adalah tinggal di rumah'. Ini adalah pesan yg sangat powerfull dari mereka, mari kita taati," lanjutnya.

Anies pun menegaskan pencegahan ini tidak bisa sendiri-sendiri. Ia terus menjalin komunikasi terus antara dengan pusat dan juga DKI dengan wilayah-wilayah mitra.

"Dan kita membutuhkan semuanya untuk bekerja bersama. Dan ini kalau sudah mencakup urusan social distancing, maka kesadaran tinggi menjadi tinggi sekali. Itu saja dulu," tegas mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan periode 2014-2016 itu. (OL-8)

 

Sementara itu, Anies sudah menetapkan status tanggap darurat Covid-19 bagi wilayah Ibu Kota hingga 14 hari ke depan atau sampai 2 April. Perusahaan diminta menekan hingga seminim mungkin jumlah pekerja yang bekerja dan maksimal menerapkan kerja dari rumah.(put)

BERITA TERKAIT