20 March 2020, 19:59 WIB

Dampak Pandemi Covid-19, Unas Tunda Pelaksanaan Wisuda 


Deri Dahuri | Humaniora

WABAH virus korona tipe baru atau Covid-19 telah merebak di Indonesia. Jumlah orang yang terpapar Covid-19 terus bertambah dan jumlah korban meninggal juga meningkat.

Untuk mencegah penularan Covid-19, masyarakat disarankan untuk menghindari keramaian dan menerapkan social distancing atau berkomunikasi minimal 1 meter dengan lawan bicara.    

Terkait dengan seruan pemerintah dalam upaya menekan tingkat penularan Covid-19, Universitas Nasional (Unas) resmi menunda pelaksanaan wisuda Periode I Tahun Akademik 2019/2020 yang dijadwalkan di Jakarta Convention Centre (JCC), pada 11 April 2020.

Penundaan berdasarkan perkembangan situasi di lapangan dan sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Namun, mahasiswa yang dinyatakan lulus tetap bisa menerima ijazah, transkrip nilai dan Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) di Biro Adminsitrasi Akademik (BAA).

Keputusan itu tertulis dalam Surat Edaran Rektor Universitas Nasional, Dr. El Amry Bermawi Putera, MA. pada nomor 62/R/III/2020 tentang penundaan penyelanggaraan wisuda April 2020.

“Penyelanggaraan wisuda ditunda sampai waktu dinyatakan kondusif dan bersih dari Covid-19. Namun setiap mahasiswa tetap bisa mengambil ijazah, transkrip dan Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) di BAA,” jelas Rektor dalam keterangan persnya, Jumat (20/3).

Ijazah dapat diambil para mahasiswa yang telah lulus pada 13-18 April 2020 dengan membawa bukti pembayaran wisuda. Rektor juga mengimbau mahasiswa untuk tetap melakukan pendaftaran wisuda sampai 28 Maret 2020.

Penundaan ini dilakukan juga atas anjuran Surat PLT Kepala L2DIKTI Wilayah III nomor 1283/LL.3/TU/2020 tentang penundaan semua kegiatan akademik maupun non-akademik yang melibatkan banyak orang baik di dalam maupun di luar kampus.

Sebelumnya, Rektor Unas telah mengeluarkan keputusan upaya pencegahan penyebaran virus Covid-19 dalam pelaksanaan kegiatan akademik dan non akademik di lingkungan Unas, dengan mengalihkan pembelajaran tatap muka menjadi full online learning.

Hal tersebut tertuang dalam SK Rektor nomor 34 Tahun 2020. Kebijakan tersebut berlaku terhitung mulai 16 Maret 2020 sampai dengan ujian tengah semester (UTS) genap tahun akademik 2019/2020. UNAS juga menunda segala bentuk pertemuan atau pengumpulan massa di dalam kampus.

Sistem perkuliahan secara online di UNAS sendiri bukanlah hal yang baru. Unas sudah menerapkan metode pembelajaran blended learning sejak tahun 2015, sehingga pelaksanaan kuliah online tidak perlu menggunakan aplikasi dari luar karena Unas mengembangkan Learning Management System (LMS) sendiri yang berbasis Moodle.

Pemanfaatan fitur LMS termasuk menerapkan video conference tidak saja digunakan dalam perkuliahan, namun juga pada sidang proposal dan juga rapat-rapat pimpinan UNAS hingga wawancara calon dosen baru.

Rektor juga mendorong kepada seluruh dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan Unas untuk wajib mempraktikkan dan membudayakan hidup bersih serta sehat di lingkungan masing-masing.

“Hal ini dilakukan sesuai dengan instruksi yang diberikan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Segala keputusan yang diambil sebagai tanggapan atas upaya pencegahan virus korona,” jelas El Amry.

Sementara itu, kegiatan pelayanan administrasi akademik dan non akademik tetap berjalan. Mahasiswa yang bersangkutan dapat menghubungi Unas melalui nomor hotline atau media sosial UNAS yang tersedia.

Langkah preventif juga dilakukan antara lain dengan menerapkan cek suhu tubuh menggunakan thermal scanner kepada seluruh orang yang masuk lingkungan kampus Unas serta menempatkan hand sanitizer di berbagai titik-titik strategis di Gedung Unas dan Menara Unas. (RO/OL-09)

 

 

BERITA TERKAIT