20 March 2020, 18:02 WIB

700 Ribu Orang Akan Dites Massal


Dhika kusuma winata | Humaniora

JURU bicara pemerintah untuk penanganan covid-19 Achmad Yurianto menyatakan pemerintah menyiapkan 1 juta test kit massal untuk melakukan penapisan dini covid-19. Test kit ditargetkan untuk orang-orang yang pernah berkontak dekat dengan pasien positif.

"Pemeriksaan terhadap populasi berisiko yakni orang yang pernah kontak dekat dengan pasien positif. Kisarannya pada angka 600-700 ribu orang. Pemerintah akan menyediakan 1 juta test kit untuk pemeriksaan massal ini," kata Yurianto di kantor BNPB, Jakarta, Jumat (20/3).

Yurianto mengatakan tes massal dilakukan melalui analisis risiko dan tidak semua orang diperiksa. Tes massal diprioritaskan pada lingkungan yang terdapat kasus positif.

"Apabila ada seseorang dirawat dengan konfirmasi kasus positif, kami lacak 14 hari riwayatnya. Apabila dia di rumah, seluruh rumah akan diperiksa. Bila di kantor, maka seluruh orang di kantor akan kami periksa," jelasnya.

Tes massal atau metode rapid test tersebut, ucap Yurianto, berbeda dengan pemeriksaan dengan polymerase chain reaction (PCR) yang menggunakan sampel swab. Pemeriksaan dengan metode rapid test dilakukan dengan sampel darah (imunoglobulin). Tujuannya, untuk menemukan kasus-kasus yang berpotensi positif. Hasil rapid test yang positif akan ditindaklanjuti dengan tes PCR.

"Jika didapatkan positif dari rapid tes, kami akan mensosialisasikan untuk isolasi mandiri, menjaga jarak dengan anggota keluarga. Jika hasil rapid tes positif dan lalu tes PCR juga positif serta menunjukan gejala berat, maka akan dilakukan perawatan di rumah sakit," ucap Yurianto.

Dia menambahkan kit untuk tes massal tersebut masuk secara bertahap. Hari ini, pemerintah sudah menerima 2.000 kit untuk pemeriksaan secara cepat. Besok, diperkirakan akan ada 2.000 kit lagi yang diterima. Sekitar 100.000 kit akan masuk pada hari berikutnya. Sisanya juga akan masuk secara bertahap. (OL-8)

BERITA TERKAIT