20 March 2020, 16:57 WIB

Berani Langgar Swakarantina, Presiden Serbia Ancam Hukum Jovic


Rahmatul Fajri | Sepak Bola

PEMAIN Real Madrid, Luka Jovic, telah melanggar swakarantina yang diterapkan pemerintah Serbia. Penyerang berusia 22 tahun itu terlihat di jalanan Ibu Kota Serbia, Beogard, untuk merayakan ulang tahun kekasihnya.

Dia pun harus berurusan dengan kepolisian setempat. Presiden Serbia, Aleksandar Vucic, buka suara terhadap kelakuan Jovic. Meski tak menyebut nama Jovic langsung, Vucic menegaskan semua warga Serbia harus menjalani isolasi di rumah masing-masing tanpa terkecuali.

Vucic menegaskan aparat setempat tak segan mengamankan warga yang masih berkeliaran di tengah pandemic virus korona (Covid-19).

"Yang ada di apartemennya (dalam kasus Jovic). Jika salah satu dari mereka meninggalkan tempat ini, dia akan ditangkap," pungkas Vucic,Jumat (20/3).

Baca juga: UEFA Kaji Penundaan Euro 2020 Karena Korona

Lebih lanjut, Vucic mengatakan warga, termasuk Jovic, yang masih beraktivitas di luar rumah seharusnya menyesali keputusan tersebut. Dia tidak peduli dengan status khusus seseorang atau seperti Jovic, yang merupakan atlet dan memiliki kekayaan.

"Kehidupan rakyat kita jauh lebih penting daripada uang mereka," ucap Vucic.

Sebelumnya, Jovic telah menyampaikan permintaan maaf melalui media sosial atas sikapnya tersebut. Selain meminta maaf, dia juga mengungkapkan tidak mengetahui secara detail proses swakarantina di kampung halamannya.

"Di Spanyol, saya diizinkan membeli makanan atau pergi ke apotek. Itu berbeda di Serbia. Saya meminta maaf kepada semua orang yang saya sakiti. Saya berharap kita semua bisa melalui wabah ini," tutur Jovic. (AS/OL-11)

BERITA TERKAIT