20 March 2020, 15:47 WIB

Hadapi Covid-19, Menkeu: Pemerintah Siapkan Skenario Terburuk


Andhika Prasetyo | Ekonomi

PEMERINTAH harus membuat berbagai skenario untuk meredam guncangan ekonomi yang ditimbulkan pandemik virus korona (Covid-19).

Sejumlah proyeksi dengan berbagai alternatif pun dimunculkan. "Katakanlah, Covid-19 berlangsung berapa lama, berapa bulan. Kalau kemungkinan terjadi pergerakan yang dipersempit, atau bahkan sampai lockdown, kami buat skenario untuk itu semua," ujar Menteri Keuangan, Sri Mulyani, usai mengikuti rapat terbatas yang dipimpin Presiden Joko Widodo, Jumat (20/3).

Apabila laju penyebaran virus korona bisa ditahan dalam waktu dekat, dirinya optimistis pertumbuhan ekonomi masih bisa bertahan pada level 4% tahun ini.

Baca juga: Menkeu: Dampak Korona Lebih Rumit Dibanding Krisis Ekonomi 2008

Namun, jika pandemi tidak bisa ditangani sampai enam bulan ke depan, Ani, sapaan akrabnya, mengakui dampak yang ditimbulkan sangat berat.

Kinerja perdagangan yang berjalan tertatih-tatih, sektor industri penerbangan dan perhotelan yang tertekan, berpotensi membuat pertumbuhan ekonomi nasional turun sampai 2,5%. Bahkan, kemungkinan terburuk dari skenario yang dirumuskan pemerintah, pertumbuhan ekonomi bisa anjlok menyentuh level 0%.

"Pak Presiden meminta skenario itu disiapkan. Kalau ekonomi tumbuh di atas 4%, kalau di bawah 4% atau 3% atau 2% apa artinya. Kita tentu tidak mengharapkan itu terjadi. Makanya langkah pengamanan harus diambil, agar industri tetap berjalan. Kita juga berharap vaksin antivirus bisa segera ditemukan. Kalau bisa cepat, tentu ini dampaknya akan pendek," tandas Ani.(OL-11)

BERITA TERKAIT