20 March 2020, 15:45 WIB

Erick Janji BUMN Prioritaskan Kesehatan Masyarakat


Hilda Julaika | Politik dan Hukum

DI tengah krisis global karena meningkatnya virus korona (Covid-19), Pemerintah melalui Kementerian BUMN akan memprioritaskan kesehatan masyarakat. Seperti yang diutarakan oleh Menteri BUMN Erick Thohir bahwa kesehatan masyarakat harus dijamin melalui pengadaan obat, masker, dan alat pelindung diri (APD).

“Kita tentu sebagai BUMN akan fokus di kesehatan. Corporate Social Responsibility (CSR) BUMN untuk tahun ini kita akan fokus dalam hal-hal memastikan kesehatan masyarakat terjamin,” ujar Erick melalui telekonferensi yang dilakukan di Jakarta, Jumat (20/3).

Baca juga: Imbas Covid-19, KPK Perpanjang Waktu Pelaporan LHKPN

Erick mencontohkan dengan dialihkannya Tower Wisma Atlet Asian Games untuk kepentingan kesehatan penyembuhan pasien Covid-19. Menurutnya, terdapat 4 tower yang akan dialihfungsikan untuk kepentingan kesehatan masyarakat.

Adapun, rinciannya berupa Tower 1 akan digunakan untuk dokter dan tenaga medis. Hal ini dilakukan karena tenaga medis merupakan garda terdepan dalam menghadapi sebaran Covid-19 ini. Tower ini akan digunakan untuk melindungi mereka hingga menjadi tempat untuk istirahat. Lalu, Tower 3 digunakan untuk posko gugus korona karena mereka merupakan bagian terepan juga untuk memerangi korona.

“Sementara itu, untuk Tower 6 dan 7 difokuskan untuk para pasien, seperti adanya ruang Intensive Care Unit (ICU), ruang refreshing, hingga ruang rawat. Dan pintunya hanya 2 itupun dikunci,” imbuhnya.

Pihaknya pun memastikan perusahaan BUMN terkait bisa ikut berkontribusi untuk terjaminnya kesehatan masyarakat dari paparan Covid-19 ini. Termasuk BUMN Farmasi yang dikatakannya akan siap memproduksi kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan. Seperti memproduksi obat dan masker yang akan didistribusikan untuk masyarakat.

“BUMN Farmasi terus memproduksi kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan yang kita bisa. Misalnya Masker Insya Allah pada 32 Maret akan tersedia 4,7 juta masker. Termasuk kita juga punya obat. Yang terpenting hari ini bagaimana obat ini tersedia untuk yang sakit,” jelasnya.

Selain memprioritaskan kesehatan, BUMN pun akan mencari jalan keluar dari sisi ekonomi (bisnis) dan kebijakan moneter. Erick menyadari banyak sektor ekonomi yang terpukul gejolak akibat pandemik yang melanda dunia. Sektor terparah yang terdampak adalah hotel, restoran, pariwisata, dan penerbangan.

“Karena itu, Kementerian BUMN akan berkoordinasi dengan lembaga terkait untuk segera meluncurkan kebijakan yang membantu industri yang terdampak itu,” tambahnya. (OL-6)
 

BERITA TERKAIT