20 March 2020, 12:54 WIB

Anggota Komite Olimpiade Jepang Serukan Penundaan Olimpiade


Akmal Fauzi | Olahraga

ANGGOTA dewan Komite Olimpiade Jepang (JOC) Kaori Yamaguchi mendesak agar Olimpiade Tokyo 2020 ditunda. Menurutnya, para atlet tidak dapat mempersiapkan diri secara maksimal di saat kondisi pandemi virus korona baru (Covid-19) menyerang hampir semua negara.

Yamaguchi, yang memenangkan medali perunggu judo di Olimpiade Seoul 1988, adalah anggota dewan JOC pertama yang secara terbuka menyerukan penundaan Olimpiade Tokyo.

Baca juga: Akibat Covid-19, Duel Joshua Kontra Pulev Ditunda

Dia mengatakan bahwa desakan Komite Olimpiade Internasional (IOC) untuk menyelenggarakan Olimpiade sesuai jadwal membahayakan para atlet.

“Dengan meminta mereka untuk berlatih di bawah kondisi ini, IOC membuka sendiri kritik bahwa tidak menempatkan atlet sebagai yang utama," kata Yamaguchi.

Dia mendesak IOC untuk setidaknya menetapkan tenggat waktu untuk mengambil keputusan apakah Olimpiade ditunda atau tidak.

Yamaguchi juga berencana untuk memperdebatkan dan menyampaikan kritik itu ke IOC saat bertemu dengan JOC Jumat pekan depan.

Sementara itu, Presiden IOC Thomas Bach mengatakan terlalu 'prematur' untuk menunda penyelanggaraan Olimpiade Tokyo 2020. Namun, lanjut dia, IOC masih mempertimbangkan skenario yang berbeda terkait dengan pandemi Covid-19. IOC akan mengambil langkah dengan membentuk gugus tugas sendiri yang bekerja sama dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Kepada New York Times, Kamis (19/3) waktu setempat, Bach mengatakan, hal tersebut setelah satu pekan mendapat kritikan soal pelaksanaan Olimpiade 2020 di tengah pandemi Covid-19. Namun, Bach tampaknya masih optimistis jika Olimpiade Tokyo 2020 yang akan digelar pada 24 Juli-9 Agustus bisa dilaksanakan sesuai jadwal. Sejauh ini belum ada rencana penundaan.

Baca juga: Sixers dan Nuggets Konfirmasi Kasus Covid-19

"Yang pasti kami sedang mempertimbangkan berbagai skenario, tetapi kami mendapat pertentangan dengan beberapa organisasi olahraga serta liga profesional karena pelaksanaan Olimpiade tinggal 4,5 bulan lagi," kata Bach.

IOC telah berulang kali mengatakan bahwa Olimpiade Tokyo, yang dimulai pada 24 Juli, akan berjalan sesuai jadwal. Namun, penyebaran Covid-19 dan pembatalan acara olahraga dan kualifikasi telah menimbulkan pertanyaan mengenai rencana tersebut, termasuk dari para atlet. (AFP/OL-6)

BERITA TERKAIT