20 March 2020, 11:23 WIB

Presiden IOC : Terlalu Prematur untuk Tunda Olimpiade Tokyo 2020


Deri Dahuri | Olahraga

PRESIDEN Komisi Olimpiade Internasional (IOC) Thomas Bach mengatakan terlalu 'prematur' untu menunda penyelanggaraan Olimpiade Tokyo 2020. Namun ia menegaskan bahwa IOC masih sedang mempertimbangkan skenario yang berbeda terkait dengan pandemi virus korona.   

IOC akan mengambil langkah dengan membentuk gugus tugas sendiri yang bekerja sama dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Kepada New York Times, Kamis (19/3) waktu setempat, Bach mengatakan hal tersebut setelah satu pekan mendapat hujan kritikan pelaksanaan Olimpiade 2020 di tengah pandemi Covid-19.  

Namun Bach tampaknya masih optimistis jika Olimpiade Tokyo 2020 yang akan digelar pada 24 Juli-9 Agustus bisa dilaksanakan sesuai jadwal. Sejauh ini belum ada rencana penundaan.  

"Yang pasti kami sedang mempertimbangkan berbagai skenario, tetapi kami mendapat pertentangan dengan beberapa organisasi olahraga serta liga profesional karena pelaksanaan Olimpiade tinggal 4,5 bulan lagi," ujar Bach.  

"Bagi kami, (penundaaan) tidak akan menjadi tanggung jawab sekarang dan ini akan menjadi prematur untuk mengawali spekulasi atau membuat keputusan pada saat kami belum mendapat rekomendasi dari gugus tugas," tambah Bach.

Spekulasi masih berkembang terkait pelaksanaan Olimpiade 2020. Apalagi OIimpiade Tokyo 2020 akan dimulai pada 24 Juli 2020 saat masih banyak pelaksanaan pertandingan dibatalkan dan sejumlah negara menutup penerbangan dari banyak negara.

"Krisis (Covid-19) yang ini sangat unik dan sulit diatasi membuat ketidakpastian. Tak seorang pun dapat mengatakan apa akan terjadi esok bahkan bulan depa atau empat bulan ke depan," ucap Bach.  

Para atlet mulai mengecam IOC yang menyarankan para atlet untuk tetap berlatih untuk mencapai yang terbaik.  Peraih medali emas Olimpiade Katerina Stefanidi dari Yunani mengatakan bahwa IOC ingin menempatkan "para dalam kondisi bahaya". (AFP/OL-09) 

BERITA TERKAIT