20 March 2020, 11:22 WIB

NTB Tetap Gelar Salat Jumat


Antara | Nusantara

PEMERINTAH Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memastikan pelaksanaan Salat Jumat di masjid-masjid tetap dilangsungkan meski di tengah kekhawatiran wabah virus korona atau Covid-19

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB yang juga Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Ahsanul Khalik menegaskan Salat Jumat tetap dilaksanakan karena beberapa alasan, antara lain karena pertimbangan kemaslahatan ummat atau maqhositus syari'ah maslahatil ummat.

Sesuai data dampak yang ada saat ini, NTB tidak ada yang positif virus korona, sebarannya juga tidak luas, sehingga dalam menetapkan kebijakan untuk NTB, diputuskan Salat Jumat tetap digelar dengan pertimbangan akan lebih menguntungkan.

Baca juga: Waspada Covid-19, Pengawasan Pintu Masuk Denpasar Diperketat

"Karena, dengan Salat Jumat akan membangkitkan moral dan semangat sehingga tidak ada ketakutan berlebihan namun kewaspadaan juga sebuah kewajiban, maka ada langkah langkah bersama yang harus ditaati," ujar Ahsanul di Mataram, Jumat (20/3).

Selain itu, mantan Kepala Dinas Sosial NTB itu menegaskan pelaksanaan Salat Jumat dapat memperkecil perdebatan yang tidak menguntungkan antara jumatan dan tidak jumatan, karena pantauan di medsos dan pembicaraan di kampung-kampung masing lebih menginginkan adanya Salat Jumat.

"Kalau perdebatan itu dibiarkan malah menghilangkan substansi kewaspadaan kita pada virus korona," tegasnya.

Menurutnya, meski Salat Jumat tetap dilaksanakan, Pemprov NTB akan tetap melakukan evaluasi untuk kebijakan lebih lanjut dengan tetap melihat situasi yang ada khususnya wabah virus corona atau COVID-19.

"Tetap akan dilakukan evaluasi untuk pengambilan kebijakan lebih lanjut dan semua akan sangat tergantung perkembangan yang ada," ucapnya.

Pemerintah Provinsi NTB melalui Posko Waspada Covid-19 NTB telah menyosialisasikan imbauan Salat Jumat tersebut. Ada beberapa poin yang disampaikan. Pertama, jamaah Salat Jumat diminta membawa sajadah dari rumah. Kemudian berwudu pula dari rumah.

Ketiga, untuk sementara hindari jabat tangan, pergunakan metode lain untuk saling sapa tanpa bersentuhan fisik. Keempat, jemaah diminta mempergunakan masker. Bila tidak ada, bisa memakai sapu tangan.

"Kelima, bagi jemaah yang sedang batuk, demam dan mengalami gelala sakit seperti flu, agar melaksanakan salat di rumah," katanya. (OL-1)

 

BERITA TERKAIT