20 March 2020, 10:33 WIB

32 Warga Jakarta Dievakuasi Karena Terindikasi Covid-19


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

DARI keterangan resmi Pemprov DKI yang dirilis, Kamis (19/3), sebanyak 32 warga di Jakarta sudah dievakuasi akibat terindikasi terpapar virus korona atau Corona Virus Disease (Covid-19). Data ini merupakan data yang masuk sejak call center Covid-19 Pemprov DKI di nomor 112 dan 119 dibuka pada 27 Januari lalu hingga Selasa (17/3).

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam konferensi pers di Balai Kota menyebut warga yang memiliki gejala mirip yang ditimbulkan Covid-19 diminta berkonsultasi melalui nomor-nomor darurat itu.

Jika setelah melalui konsultasi diketahui kondisinya cukup parah, warga diminta berdiam di rumah dan akan dijemput menggunakan ambulans gawat darurat milik Pemprov DKI. Hal itu ditujukan agar warga terindikasi Covid-19 tidak keluar rumah menuju fasilitas kesehatan dan tidak menulari orang lain

Baca juga: Imbauan Pemerintah Berhasil, Pengguna Angkutan Umum Turun

Sementara itu, jumlah warga yang berkonsultasi melalui nomor darurat adalah sebanyak 8.793 orang.

Anies dalam konferensi persnya, Kamis (19/3), juga menegaskan penyebaran Covid-19 semakin meluas. Oleh karenanya, warga diminta menahan diri dan menghindari aktivitas di luar rumah.

"Paling tidak selama 3 minggu ke depan jangan bepergian, bertahan dulu di Jakarta, tunda. Saya sampaikan ini, karena kita tidak ingin Jakarta mengalami seperti yang dialami tempat-tempat lain. Hari ini bela negara adalah dengan cara di rumah," ujar Anies, Kamis (19/3).

Di sisi lain, saat ini, di DKI, Orang Dalam Pemantauan (ODP) berjumlah 480 orang dengan rincian 290 orang masih dirawat dan 190 orang sudah sembuh dan sehat. Selain itu, ada 976 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dengan rincian 640 orang sudah selesai dipantau dan sehat serta 336 orang masih dirawat. (OL-1)

BERITA TERKAIT