20 March 2020, 09:49 WIB

Imam Istiqlal Jelaskan Anjuran Nabi Soal Ibadah Saat Bencana


Antara | Humaniora

IMAM Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar menjelaskan anjuran Nabi Muhammad SAW perihal pelaksanaan ibadah pada masa bencana dalam jumpa pers mengenai upaya penanggulangan Covid-19 di Graha BNPB, Jakarta, Jumat (20/3).

"Jangankan wabah virus sebesar ini, banjir atau hujan deras pun Nabi pernah meminta umat untuk salat di rumah. Jangan menceburkan diri dalam kebinasaan," katanya.

Nasaruddin mengatakan orang-orang yang beriman dianjurkan mencegah sesuatu yang mudarat. Dia menekankan mencegah mudarat lebih penting daripada mengejar manfaat.

Ia mengatakan kondisi sekarang sedang tidak memungkinkan melakukan Salat Jumat seperti biasa. Oleh karena itu, dia mengajak umat Islam untuk berserah diri kepada Allah SWT.

Baca juga: Imam Besar Istiqlal Imbau Umat tidak Lakukan Kegiatan Berjamaah

"Kita semua sangat cinta pada agama kita, tetapi kita juga diperintahkan dalam Al Quran untuk tidak menceburkan diri dalam kebinasaan. Kalau sudah tahu di suatu tempat ada bahaya besar, kita diminta menghindarinya," tuturnya.

Nasaruddin mengatakan, selama dua pekan, Salat Jumat tidak dilaksanakan di Masjid Istiqlal.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah meminta masjid-masjid di seluruh wilayah Ibu Kota tidak mengadakan Salat Jumat guna mencegah penularan virus korona penyebab Covid-19.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan fatwa tentang penyelenggaraan ibadah dalam situasi pandemi Covid-19, yang mencakup anjuran untuk tidak menyelenggarakan Salat Jumat dan aktivitas ibadah yang melibatkan banyak orang bila kondisi penyebaran Covid-19 tidak terkendali di suatu wilayah.

Dewan Masjid Indonesia pun telah mengeluarkan imbauan serupa, termasuk imbauan untuk melaksanakan salat lima waktu dan tarawih di rumah masing-masing selama Ramadan. (OL-1)

 

BERITA TERKAIT