20 March 2020, 09:12 WIB

Mahasiswi yang Bertemu Bima Arya di Azerbaijan Swakarantina


Dede Susianti | Internasional

SEORANG mahasiswi asal Indonesia yang berkuliah di Azerbaijan yang sempat kontak langsung dengan Wali Kota Bogor Bima Arya, 13 Maret lalu, kini sakit.

Dia mengeluh sakit dengan gejala Covid-19 yaitu, demam tinggi, sakit tenggorokan, flu berat dan batuk-batuk, kepala pusing dan sakit. Kini dia berada di asrama yang berada di Baku, Azerbaijan.

Kepada Media Indonesia, Jumat (20/3) sekitar pukul 03.25 WIB atau sekitar pukul 00.00 waktu Azerbaijan, dia merasa khawatir setelah diinformasikan oleh pihak Dinas Kesehatan Kota Bogor bahwa Wali Kota Bima Arya positif Covid-19.

Baca juga: Ini Cerita Mahasiswi Soal Kontak dengan Bima Arya di Azerbaijan

Karena itu, kini dia tidak kemana-mana. Dia hanya berdiam di kamar asramanya. Dia melakukan isolasi mandiri.

"Gue isolasi diri 14 hari di asrama untuk tahu perkembangan gue. Inisiatif sendiri soalnya gue merasa sangat enggak fit," katanya.

Dia mengatakan, secara kondisi, saat ini, jauh lebih buruk dari gejala-gejala awal itu muncul. Batuknya semakin parah, flunya berat, demam yang terus menerus juga membuat badannya drop dan lemas. Bahkan dia mengaku sakit di kepalanya serasa mau pecah.

Kendati demikian, dirinya belum melakukan pemeriksaan atau cek kesehatan ke layanan kesehatan. Selama ini dia hanya minum obat-obat yang dibelinya di apotek.

"Haduh kalau cek di sini, gue ngeri nyebar dan heboh. Jadi gue tunggu 14 hari aja dulu," katanya.

Sementara itu, situasi dan kondisi tempat dirinya berada juga cukup mengkhawatirkan terkait Covid-19. Bahkan saat ini statusnya lockdown.

"Gue di asrama, sebab di asrama juga kosong. Orang pada pulang ke kampungnya. Kita lagi lockdown, sudah dari kemarin tanggal 18 Maret. Dari daerah gak bisa ke Baku dan dari Baku gak bisa ke daerah. Sama ditutup. Engga ada penerbangan," ungkapnya.

Sementara itu, lanjutnya, kondisi saat Wali Kota Bogor Bima Arya datang ke Baku, memang sudah terkonfirmasi terjangkit Covid-19.

"Lupa gue mulai kapannya. Pokoknya sudah ada yang meninggal dan sudah ada beberapa dari Baku yang terinfeksi," pungkasnya. (OL-1)

BERITA TERKAIT