20 March 2020, 08:57 WIB

Ini Cerita Mahasiswi Soal Kontak dengan Bima Arya di Azerbaijan


Dede Susianti | Internasional

WARGA Negara Indonesia (WNI), seorang mahasiswi, yang sempat berkontak dengan Wali Kota Bogor Bima Arya yang positif Covid-19, menceritakan kronologis pertemuannya pada Media Indonesia, Jumat (20/3) pagi.

Dia menceritakan dari awal kedatangan Bima ke wisma atau kediaman Duta Besar Baku, Azerbaijan, hingga proses wawancara tatap muka dengan Wali Kota Bogor itu.

Mahasiswi yang berkuliah di salah satu universitas di negara itu menyebutkan pertemuan terjadi pada 13 Maret. Bahkan dirinya mengaku sempat ikut menerima kedatangan Bima Arya.

"Seinget gue, gue menerima kedatangan Bima. Bima sampai wisma sekitar jam 8 malam waktu sini (Azerbaijan)," katanya, Jumat (20/3) sekitar pukul 03.25 WIB atau sekitar pukul 00.00 waktu Azerbaijan.

Baca juga: WNI di Azerbaijan Mengeluh Gejala Covid-19 Pascawawancarai Bima

Mahasiswi yang sudah tinggal 2 tahun di Azerbaijan itu mengikuti beberapa rangkaian kegiatan. Bima berpidato atau memberikan semacam pemaparan, ada tanya jawab, ada juga jamuan makan. Bima berada di wisma selama sekitar dua jam lebih, karena dia pulang sekitar pukul 22.00 lebih waktu Azerbaijan.

"Datang jam 8-an malam, lalu Bima ke ruang tengah dan pidato. Ada sesi tanya jawab dan gue nanya pakai microphone dari dia," tuturnya.

Setelah itu, lanjutnya, dia melakukan wawancara pribadi dengan Bima, tapi masih di lokasi yang sama. Saat itu pertanyaannya seputar kedatangannya ke Azerbaijan. Kenapa mau dua kali kerja sama dengan Asan Khidmat.

"HP, gue deketin ke mulut beliau, karena saat itu berisik ada musik. Jadi bukan tatapan lagi, beradu muka. Nih ada rekaman wawancaranya di HP gue. Wawancara tentang Bogor. Dia juga nangapin soal koran Radar Bogor, dia marah," bebernya.

Dia mengatakan, alasan kenapa dia mewawancarai Bima saat itu. Dia mengaku ingin kembali menguji kemampuannya menulis lagi. Mahasiswi itu dulunya seorang jurnalis. Dia pernah menjadi wartawan di salah satu media lokal, anak perusahaan dari grup media regional besar. Selain itu juga dia ingin tahu tentang Bogor kini, karena dia merupakan warga Kota Bogor.

"Sebagai jurnalis untuk diri gue sendiri. Iseng. Gue pengen gali lagi kemampuan nulis gue. Infonya untuk di FB (facebook). Gue posting di FB gue beritanya," pungkasnya. (OL-1)

BERITA TERKAIT