20 March 2020, 08:05 WIB

Presiden Perintahkan Gelar Rapid Test Covid-19


Andhika Prasetyo | Politik dan Hukum

PRESIDEN Joko Widodo mengintruksikan untuk segera menerapkan pemeriksaan cepat atau rapid test dengan cakupan yang lebih besar agar deteksi dini kemungkinan indikasi awal seorang terpapar virus korona baru (covid-19) bisa dilakukan.

"Saya minta alat rapid test diperbanyak. Perbanyak juga tempat-tempat untuk melakukan tes, libatkan rumah sakit baik pemerintah, BUMN, pemda, TNI, Polri, dan swasta, juga lembaga riset yang dapatkan rekomendasi Kemenkes," ujar Jokowi saat memimpin rapat terbatas melalui telekonferensi video dari Istana Merdeka, Jakarta, kemarin.

Presiden juga meminta Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menyiapkan alur protokol kesehatan yang jelas dan mudah dipahami. Hal tersebut sangat penting dilakukan agar masyarakat memiliki pemahaman yang lengkap dan menyeluruh.

"Ketika hasil rapid test keluar, apakah dilanjut dengan karantina mandiri atau memerlukan layanan rumah sakit. Harus ada protokol kesehatan yang jelas," sambungnya.

Rencana kontingensi layanan kesehatan juga sudah harus disiapkan guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti semakin membeludaknya jumlah kasus positif virus korona.

"Rencana kontingensi ini harus disiapkan di daerah termasuk percepatan pembangunan rumah sakit di Pulau Galang, Kepulauan Riau," tutur Jokowi.

Untuk mendukung pemerintah, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh meminjamkan hotel miliknya, The Media Hotel, untuk digunakan dalam upaya penanganan penularan covid-19.

"Secara khusus saya dihubungi Pak Surya Paloh. Beliau memberikan atau menyediakan secara khusus hotel bintang lima, The Media," kata Menkominfo Johnny G Plate yang juga kader Partai NasDem, kemarin.

Sementara itu, juru bicara pemerintah untuk penanganan covid-19, Achmad Yurianto, mengatakan rapid test adalah mekanisme pemeriksaan bukan menggunakan metode swab tenggorokan (mengambil cairan di tenggorokan), melainkan dengan sampel darah.

Metode itu disebut memiliki keunggulan. Salah satunya tidak membutuhkan sarana-prasarana pemeriksaan laboratorium pada biosecurity level II. "Artinya tes ini bisa dilaksanakan di hampir seluruh rumah sakit di Indonesia," ujar Yuri.

Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga menyatakan alat uji cepat covid-19 yang diimpor dari Tiongkok sudah masuk ke Indonesia kemarin.

BUMN melalui PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) akan mengimpor sebanyak 500 ribu alat uji cepat covid-19 untuk melakukan screening massal sesuai dengan instruksi Presiden Jokowi.

Mobilisasi relawan

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan Presiden Joko Widodo juga meminta dilakukan mobilisasi relawan untuk membantu para tenaga medis demi memaksimalkan penanggulangan pendemi global covid-19.

Jokowi ingin banyak pihak terlibat, tidak hanya dokter, tetapi juga mahasiswa-mahasiswa kedokteran tingkat akhir dalam menghadapi pandemi tersebut.

"Bapak Presiden meminta ada peningkatan kemampuan atau mobilisasi pihak-pihak yang bisa dihimpun untuk menjadi relawan, seperti dokter, petugas ambulans, dan juga mahasiswa kedokteran semester akhir," ujarnya seusai mengikuti rapat terbatas yang dipimpin Presiden Jokowi, kemarin.

Pemerintah juga memastikan para relawan akan diberikan fasilitas alat pelindung diri (APD) yang memadai. Dengan begitu, mereka tidak perlu khawatir terpapar virus ketika membantu penanganan pasien.

"Kita akan siapkan peralatan medis, makanan, vitamin, serta istirahat yang cukup. Ini juga perlu bantuan dan dukungan dari segenap komponen masyarakat yang bersedia memberikan bantuan kepada relawan medis ini," tutur Doni. (Ata/Ind/X-10)

BERITA TERKAIT