20 March 2020, 06:46 WIB

Social Distancing Efektif, Penumpang MRT Menurun Drastis


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

IMBAUAN pemerintah untuk melakukan social distancing dalam mencegah penularan virus korona atau Corona Virus Disease (Covid-19) mulai efektif. Kondisi penumpang MRT Jakarta pascapenerapan imbauan pemerintah untuk membatasi aktivitas di luar rumah menurun secara signifikan.

Hal itu terlihat dari penurunan jumlah penumpang harian MRT Jakarta. Jumlah itu diproyeksikan akan lebih berkurang lagi ke depannya, dengan semakin banyaknya masyarakat yang berkegiatan dari rumah serta bertambahnya perusahaan yang menerapkan metode jarak jauh.

Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) William Sabandar mengatakan situasi di lingkungan stasiun dan kereta MRT Jakarta sudah relatif sepi. Tercatat jumlah penumpang pada Rabu (18/3) lalu hanya sekitar 28 ribu penumpang.

Baca juga: Warga Diimbau Beribadah di Rumah

Jika dibandingkan dalam situasi normal yang berkisar 100 ribu penumpang, terjadi penurunan jumlah penumpang sebesar 72% dari jumlah rata-rata harian.

“Jumlah ini diharapkan akan lebih berkurang lagi di ke depannya, seiring dengan semakin banyaknya masyarakat yang berkegiatan dari rumah sesuai dengan imbauan dari emerintah,” ungkap William dalam keterangan resmi, Kamis (19/3).

William juga menyampaikan pesan bagi para penumpang MRT Jakarta yang masih harus beraktivitas.

“Jika terpaksa harus keluar rumah, pastikan untuk tetap menjaga personal hygine dan terapkan social distancing terutama pada saat naik MRT, dengan menjaga jarak minimal 1 meter dengan penumpang lainnya,” lanjutnya.

Selain di lantai stasiun, penanda jarak minimal antara penumpang telah ditambahkan di kursi kereta MRT Jakarta sehingga memudahkan penumpang menentukan jarak aman antarpenumpang ketika berada di fasilitas MRT Jakarta.

PT MRT Jakarta (Perseroda) akan terus menerapkan kebijakan dan protokol pencegahan penyebaran virus korona di lingkungan MRT Jakarta dalam upaya penekanan penyebaran virus tersebut.

PT MRT Jakarta (Perseroda) mengajak masyarakat untuk bersama-sama cegah penyebaran virus korona dengan bekerja, belajar, dan beribadah dari rumah.

Sebelumnya, Pemprov DKI menerapkan konsep social distancing mengikuti arah kebijakan pemerintah pusat dalam mencegah penyebaran virus korona. Salah satu upayanya dengan mendorong masyarakat kerja dari rumah dan menutup sekolah serta Hari Bebas Kendaraan Bermotor selama dua pekan. Tujuannya mengurangi keramaian serta interaksi antarwarga. (OL-1)

BERITA TERKAIT