20 March 2020, 06:40 WIB

WNI di Azerbaijan Mengeluh Gejala Covid-19 Pascawawancarai Bima


Dede Susianti | Internasional

SEORANG mahasiswi asal Indonesia di Azerbaijan mengeluh merasakan sakit dengan gejala-gejala mirip infeksi virus korona (Covid-19) setelah berinteraksi dengan Wali Kota Bogor Bima Arya. Bahkan, kini, sakit yang dirasakannya cukup parah. Dia bertemu dan berinteraksi dengan Bima pada 13 Maret lalu.

Bima Arya kini tengah menjalani isolasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor. Dia dinyatakan positif Covid-19 pada Kamis (19/3).

Tes Covid-19 dilakukan Bima dua hari sebelumnya atau satu hari pascakepulangannya dari dua negara yang terkonfirmasi wabah Covid-19 yakni Baku, Ajerbaijan dan Istanbul, Turki.

Media Indonesia melakukan perbincangan dengan mahasiswi tersebut melalui WhatsApp, pada Jumat (20/3) sekitar pukul 03.25 WIB atau sekitar pukul 00.00 waktu Azerbaijan.

Baca juga: Positif Covid-19, Bima Arya Diisolasi di RSUD Kota Bogor

Mahasiswi tersebut merupakan warga Kota Bogor. Dia tengah mengambil gelar MBA sambil bekerja di sana di sebuah perusahaan IT. Dia tinggal di sana sudah selama 2 tahun.

Dia mengatakan, kondisi tubuhnya saat ini tengah ngedrop. Dia mengaku merasakan pusing, sakit kepala hebat seperti mau pecah. Kemudian demam tinggi padahal cuaca di Azerbaijan sangat dingin 5 derajat celcius. Dia juga mengalami flu berat, bersin-bersin, dan sempat mengalami sakit tenggorokan.

"Lagi demam terus gue, sejak terakhir ketemu beliau (Bima). Gue pulang-pulang keringetan. Muntah-muntah sama demam. Semoga demam gue bukan karena korona. Meski gue sempat panik saat diinfokan oleh Dinkes Kota Bogor kalau Pak Bima positif korona," katanya.

Awalnya, dia menganggap sakitnya itu sakit biasa karena memang kondisi tubuhnya sedang kurang fit. Katanya, dia lagi sakit syaraf terjepit.

"Awalnya gue pikir biasa saja. Sebab gue lagi sakit syaraf kejepit dan minum obat terus, sehingga imun tubuh gue selalu drop. Itu setelah 4 hari ketemu beliau (Bima)," ungkapnya.

Tidak sampai di situ, mahasiswi yang mantan jurnalis itu mengaku sakitnya masih terus berlanjut hingga kini, Jumat (20/3).

"Gue mulai flu berat bersin-bersin demam, sakit kepala. sampai kemarin. Tadi (Kamis sore), gue sempat keluar ke market. Di luar cuaca dingin, tapi gue sampai asrama, sekitar jam 15.10, gue ingat karena teman asrama gue ngechat, gue meriang, demam. Gue tiduran dan baru bisa bangun jam 5-an untuk buat makan. Sampai sekarang (jam 1 dini hari Azerbaijan) badan gue masih demam. Sekali lagi semoga bukan karena korona," bebernya.

Selain dengan Bima, mahasiswi berambut pendek itu juga sempat berinteraksi dengan satu anggota rombongan yakni Adi Novan.

"Kalau ama Pak Adi Novan, saya sempat kontak dan berinteraksi tapi hanya sebentar. Sedang dengan Pak Bima lumayan lama. Bukan lagi dekat tapi wawancara tatap muka dengan jarak sangat dekat. Sempat salaman dan berfoto," pungkasnya. (OL-1)

BERITA TERKAIT