20 March 2020, 01:30 WIB

Muba dan Muaro Jambi Bersinergi Cegah Karhutla


(DW/N-1) | Nusantara

PEMERINTAH Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatra Selatan, menggandeng tetangga mereka, Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi, untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Langkah tersebut diambil lantaran kedua daerah itu memiliki potensi rawan karhutla saat musim kemarau.

Wakil Bupati Musi Banyuasin (Muba) Beni Hernedi mengatakan pihaknya tidak ingin kecolongan sehingga insiden karhutla kembali terjadi di daerah itu.

"Antisipasi di perbatasan Musi Banyuasin-Jambi harus diintensifkan karena rawan karhutla. Kita tak ingin karhutla yang hebat seperti tahun-tahun lalu terulang. Kami harus waspada dari jauh-jauh hari," ujar dia, kemarin.

Menurut Beni, memaksimalkan sinergi pencegahan karhutla tidak perlu menunggu terjadi karhutla baru ber-koordinasi. Karena itu, sarana pendukung dan personel tim cegah karhutla pun saat ini terus dimaksimalkan.

Oleh sebab itu, lanjutnya, kedua pemkab sepakat untuk fokus menyiapkan sarana serta personel di lapangan.

"Kami akan menyamakan pendataan administrasi kependudukan, batas wilayah, serta langkah intensif, seperti rapat koordinasi pence-gahan dan penanggulangan karhutla," ujar Beni.

Ia menyebutkan berbagai upaya lain untuk pencegahan dan antisipasi terus digencar-kan Pemkab Muba, termasuk penganggaran dana, pengadaan prasarana, serta kerja sama dengan melibatkan perusahaan yang ada di daerah itu.

Sementara itu, Wakil Bupati Muaro Jambi, Bambang Bayu Suseno, mengatakan pihaknya mengapresiasi langkah intensif Pemkab Muba dalam pencegahan karhutla di perbatasan Muba-Muaro Jambi. "Kami berupaya maksimal agar karhutla di wilayah perbatasan Muba-Muaro Jambi tidak terulang tahun ini."

Menurut Bambang, pihak-nya berkomitmen untuk me-nuju zero asap sepanjang 2020. Pemkab Muaro Jambi juga akan belajar banyak kepada Pemkab Muba terkait penanganan dan pencegahan karhutla. (DW/N-1)

BERITA TERKAIT