20 March 2020, 00:10 WIB

Bawaslu Bengkulu Awasi Ketat Lima Daerah Rawan


(MY/RS/AD/N-1) | Nusantara

LIMA dari delapan kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu yang akan menggelar pilkada serentak pada September mendatang masuk kategori daerah rawan atau sebagai zona merah. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terus mengawasi kelima zona merah tersebut.

Lima kabupaten yang masuk kategori rawan saat pilkada mendatang ialah Seluma, Bengkulu Utara, Kepahiang, Kaur, dan Rejang Lebong. "Kerawanan dalam pilkada berkaitan dengan keberpihakan aparatur sipil negara (ASN) dalam mendukung dan memfasilitasi peserta pilkada, politik transaksional pasangan calon, tim kampanye dan tim sukses, penggunaan media sosial dalam penyebaran hoaks dan ujaran kebencian, serta penyusunan daftar pemilih yang tidak akurat," kata Komisioner Bawaslu Provinsi Bengkulu Patimah Siregar, kemarin.

Menurutnya, daerah yang masuk zona merah tersebut ditetapkan berdasarkan pengalaman pemilu dan pilkada sebelumnya. Oleh karena itu, petugas Bawaslu akan melakukan pengawasan ketat di lapangan bersama stakeholders terkait.

Selain itu, Bawaslu juga berharap Polri, TNI, dan BIN, terus menguatkan koordinasi untuk mencegah konflik horizontal dan vertikal. Tiga daerah lainnya yang akan menggelar pilkada ialah Kabupaten Mukomuko, Lebong, dan Bengkulu Selatan.

Sementara itu, Golkar Bali gencar membangun komunikasi dengan empat partai politik (parpol) sebagai upaya membangun koalisi besar dalam menghadapi pilkada serentak di enam kabupaten/kota. Empat parpol yang diajak komunikasi tersebut ialah Partai Demokrat, NasDem, Hanura, dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Inisiatif Golkar membangun koalisi sekaligus untuk menghindari kotak kosong di sejumlah pilkada yang terkesan kurang percaya diri mengusung pasangan calon. Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPD Partai Golkar Bali Komang Suarsana mengatakan komunikasi dengan empat parpol terus ditingkatkan. (MY/RS/AD/N-1)

BERITA TERKAIT