19 March 2020, 22:20 WIB

KPK Minta Aktor Intelektual Penyerang Novel Diungkap


Dhika Kusuma Winata  | Politik dan Hukum

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) menilai dakwaan jaksa dalam kasus penyerangan terhadap penyidik senior Novel Baswedan masih belum mengungkap aktor intelektual di baliknya. KPK meminta jaksa untuk mengorek lebih dalam fakta-fakta dan mengembangkannya kepada dalang penyerang Novel.

"Jaksa penuntut umum kami harap akan berupaya maksimal mengungkap fakta-fakta hukum. Tidak hanya berhenti pada para terdakwa saat ini saja tapi juga dapat dikembangkan ke motif dan aktor intelektual di belakangnya," kata Ali kepada wartawan, Kamis (19/3).

Dalam sidang dakwaan dua terdakwa kasus tersebut yakni Rahmat Kadir dan Ronny Bugis, jaksa mendakwa keduanya melakukan penganiayaan berat terencana terhadap Novel. Ancaman hukumannya maksimal 12 tahun penjara.

Keduanya dikenakan Pasal 355 ayat (1) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Subsider Pasal 353 ayat (2) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, Lebih Subsider Pasal 351 ayat (2) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Dalam dakwaannya, jaksa tidak menyebut adanya aktor intelektual dalam kasus penyiraman air keras kepada Novel yang terjadi pada 2017 silam itu. Jaksa menyatakan motif dua polisi aktif tersebut menyerang Novel lantaran urusan pribadi.

Tim advokasi Novel, Saor Siagian, mempersoalkan tidak munculnya pihak yang kemungkinan menyuruh Rahmat dan Ronny melakukan penyiraman. Ia pun khawatir kasus tersebut hanya akan berhenti pada pelaku lapangan tanpa menyentuh dalang di baliknya.

"Dalam dakwaan jaksa tidak terdapat fakta atau informasi siapa yang menyuruh melakukan," ucapnya.

Menurut Saor, alasan pribadi pelaku sebagai motif untuk melakukan penyerangan terasa janggal lantaran Novel tidak mengenal keduanya. Saor menduga ada motif lain lantaran Novel merupakan penyidik yang mengusut sejumlah kasus besar. (OL-2)

BERITA TERKAIT