20 March 2020, 02:00 WIB

Kalsel Optimistis Pariwisata Pulih


Denny Susanto | Nusantara

PARIWISATA menjadi salah satu sektor yang terdampak wabah virus korona di Indonesia maupun negara lain. Namun, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan tetap optimistis wabah virus korona segera teratasi dan sektor pariwisata dapat bergairah kembali.

Di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) sejumlah objek wisata ditutup sebagai langkah antisipasi penyebaran virus tersebut. Antara lain, Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Batu Sungai Luar dan Bukit Batu Sungai Luar di Kabupaten Banjar yang merupakan objek wisata di bawah pengelolaan dinas kehutanan.

Kepala Dinas Kehutanan Kalsel Hanif Faisol Nurofiq mengatakan, selama masa penutupan yang berlangsung sejak 16 hingga 29 Maret akan dimanfaatkan untuk membenahi fasilitas yang ada di objek-objek wisata tersebut. Selain itu, juga akan dijadikan sebagai masa isolasi bagi binatang-binatang yang ditangkarkan agar lebih sehat.

"Sebagai langkah pencegahan penyebaran virus korona, sejumlah objek wisata kami tutup sementara. Kami akan membenahi fasilitas dan sterilisasi kawasan objek wisata," katanya, kemarin.

Konsekuensi penutupan kedua objek wisata andalan itu membuat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel kehilangan pendapatan asli daerah (PAD) sekitar Rp100 juta. Pada 2019, Tahura Sultan Adam dan Bukit Batu Sungai Luar meraup PAD Rp2,8 miliar.

Sementara itu, kebijakan untuk objek wisata lainnya selama masa darurat korona diserahkan kepada pemerintah kabupaten/kota masing-masing. Hanif mengakui pengembangan sektor pariwisata menjadi prioritas Pemprov Kalsel, bahkan pemprov merencanakan pengembangan sejumlah geosite yang tersebar di beberapa daerah, dan Geopark Pegunungan Meratus ditargetkan menjadi global geopark pada 2021.

Kepala UPT Tahura Sultan Adam, Ainun, mengatakan sejak awal tahun ini Tahura Sultan Adam telah mengantongi PAD Rp700 juta dan hingga akhir 2020 ditargetkan mencapai Rp3 miliar.

Pahami situasi

Penutupan objek wisata di ka-wasan Lembang, Kabupaten Ban-dung Barat, Jawa Barat, juga digu-nakan pengelola untuk pemeliha-raan dan membersihkan lokasi wisata. Seperti dikatakan salah satu pengusaha jasa pariwisata di Lembang, Perry Tristianto, kendati tempat usahanya tutup, sebagian dari 900 karyawan akan bekerja membersihkan lokasi wisatanya.

Menurut pengelola empat tempat wisata di Lembang, antara lain De Ranch, Farmhouse, Floating Market, dan The Great Asia Afrika itu, penutupan usahanya membuat sebagian besar karyawan dirumahkan. Namun, mereka memahami kondisi tersebut. Apalagi, para karyawan juga mengkhawatirkan kondisi kesehatan mereka, objek wisata tetap beroperasi.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tuban, Jawa timur, juga menutup sejumlah objek wisata dan tempat hiburan. Penutupan itu dilakukan dengan mengeluarkan surat edaran yang diberlakukan efektif sejak 18 Maret hingga dua pekan mendatang.

Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tuban, Sulistiyadi, mengatakan penutupan dilakukan untuk mencegah penyebaran covid-19 dengan meminimalkan kontak antarwisatawan maupun masyarakat. Selain objek wisata dan tempat hiburan, pengelola hotel dan penginapan juga diminta ikut mewaspadai penyebaran virus korona. (DG/YK/N-1)

BERITA TERKAIT