20 March 2020, 03:30 WIB

Keluar Masuk Bui karena Korupsi


(RF/N-2) | Nusantara

BOEDIK Wahyudi mendapat kepercayaan besar menjadi bendahara di kantor DPRD Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung (Babel). Sayangnya, gelimang uang membuatnya lupa diri.

Dia terseret pusaran korupsi uang negara. Tidak cukup sekali. Setelah divonis hukuman penjara selama 1,5 tahun pada 2017 karena menilap dana dengan modus menerbitkan surat perjalanan dinas fiktif, tahun ini ia kembali ditangkap aparat Kejaksaan Negeri Pangkalpinang.

"Ia ditetapkan menjadi tersangka oleh penyidik Direktorat Jenderal Pajak Sumatra Selatan-Bangka Belitung dalam kasus dugaan tindak pidana perpajakan. Hari ini kami menerima pelimpahan kasus itu untuk selanjutnya diajukan ke penuntutan di pengadilan," ungkap Kepala Seksi Intelejen Kejaksaan Negeri Pangkalpinang Ryan Sumartha, kemarin.

Kali ini, Boedik beraksi dengan cara memotong pajak penghasilan para anggota DPRD dan staf. Namun, dana tersebut tidak disetor ke kantor pajak.

Total dana yang ditilap mencapai Rp355,5 juta. Karena ulahnya itu, Boedik yang sudah menghirup udara bebas harus kembali ke sel tahanan Kejari Pangkalpinang. (RF/N-2)

BERITA TERKAIT