20 March 2020, 04:30 WIB

Ketidakpedulian Merepotkan Semua


(LD/BB/N-2) | Nusantara

SEHARUSNYA jika mereka mendengar imbauan pemerintah, kerepotan ini tidak perlu terjadi. Buntut penyelenggaraan Itjima Dunia Zona Asia 2020 di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, berimbas ke banyak daerah di Tanah Air, termasuk Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Pasalnya, sebanyak 1.167 orang yang berangkat dari Jawa Tengah, puluhan di antaranya berasal dari Banyumas. "Jumlahnya belum pasti, tapi ada sejumlah peserta Itjima yang berasal dari daerah ini," ujar Kapolresta Komisaris Besar Wishnu Caraka, kemarin.

Itjima Dunia yang digelar di Pondok Pesantren Darul Ulum, Kecamatan Bontomarannu, itu, direncanakan digelar pada 19-22 Maret. Sebanyak 411 ulama dari mancanegara sudah datang ke Gowa, begitu juga dengan peserta dari dalam negeri yang jumlahnya mencapai 8.283 orang. Kemarin, acara itu dibatalkan sebagai antisipasi penyebaran wabah korona. Para peserta pun dipulangkan ke daerah masing-masing.

Lebih jauh, Wishnu menambahkan bersama pemerintah kabupaten pihaknya sudah meminta para kepala desa untuk mendata warga yang berangkat ke Gowa. "Setelah itu, kami menyiapkan tim untuk memeriksa kesehatan mereka setiba di Banyumas." Mereka yang kedapatan sakit akan langsung diisolasi.

Kerepotan yang sama juga dialami Pemkab Cianjur, Jawa Barat. Kali ini yang berulah ialah lima pejabat di Per-usahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Mukti. Saat virus korona merebak, rencana umrah mereka yang batal justru dialihkan dengan berlibur ke Eropa.

"Kami sudah mengirim tim khusus ke Bandara Soekarno-Hatta untuk menjemput dan langsung memeriksa kesehatan mereka. Koordinasi sudah dilakukan dengan kantor kesehatan bandara," kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Yusman Faisal.

Pemkab sudah menyiapkan karantina selama 14 hari untuk kelima pejabat yang berangkat beserta istri masing-masing itu. (LD/BB/N-2)

BERITA TERKAIT