19 March 2020, 20:19 WIB

Kemenristek Bentuk Tim Riset Terpadu Tangani Covid-19


Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora

KEMENTERIAN Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional membentuk tim riset berkaitan dengan virus korona Covid-19 di Indonesia. Tim itu kata Menristek Bambang Brodjonegoro akan melakukan riset terkait penncegahan, diagnosa, dan pengobatan Covid-19.

“Sudah dibentuk tim untuk menangani pencegahan berupa riset suplemen dan vaksin, riset diagnosa berupa test kit, dan pengobatan dari realokasi anggaran Kemenristek/BRIN,” kata Bambang saat dihubungi Media Indonesia, Kamis (19/3).

Bambang mengungkapkan, tim tersebut berasal dari Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, FK Universitas Gadjah Mada, dan FK Universitas Airlangga.

Baca juga : Dinilai Efektif, Peserta Rapid Test Covid-19 Harus Diseleksi

Dia mengatakan, target jangka pendek dari riset yang dilakukan oleh tim ini adalah test kit dan suplemen.

“Test kit kalau mengembangkan sendiri (makan waktu) 5-6 bulan. Bisa lebih cepat dengan kaji dan terapkan test kit yang sudah ada di luar negeri. Suplemen sudah ada kandidat bahannya dari biodiversitas Indonesia hanya perlu tambahan pengujian,” jelasnya.

Sedangkan untuk riset vaksin dan obat yang membutuhkan banyak proses, diperkirakan dapat memakan waktu sekitar 1 sampai 1,5 tahun jika dikembangkan dan diproduksi sendiri. (OL-7)

BERITA TERKAIT