19 March 2020, 17:58 WIB

Ini Dosis Empon-Empon yang Dipercaya Cegah Korona


Thomas Harming Suwarta  | Humaniora

Merebaknya wabah covid-19 di tanah air membuat masyarakat gemar mengonsumsi bahan minuman empon-empon atau ramuan jahe, kunyit, temulawak dan sebagainya karena dianggap kasiat meningkatkan daya tahan tubuh. Bagaimana persisnya ambang batas mengonsumsi ramuan ini menurut dokter?

Berikut penjelasan Taura Taufikurahman, Dosen Farmasi di Institute Teknologi Bandung saat berbincang dengan Media Indonesia, Kamis (19/3).

“Untuk jahe misalnya dosis maksimal sekitar 3-4 gram per hari atau sekitar 250 mili liter kurang lebih 3 gelas. Tapi kalua 1 gelas saja sehari rasanya cukup. Namun ini tidak dianjurkan untuk yang sedang hamil. Karena dosis untuk mereka sekitar 1 gram ekstrak saja per hari. Namun demikian jahe tidak direkomendasi untuk anak kurang dari usia 2 tahun,” kata Taura, Kamis (19/3).

Apalagi kata dia masyarakat Indonesia sudah terbiasa dengan bumbu masakan yang mengandung jahe, kunyit dan temulawak tentu saja ikut membantu masyarakat meningkatkan daya tahan tubuhnya.

Dijelaskan Taura selain jahe kunyit juga harus dikonsumsi dengan ambang batas tertentu. Menurut Joint FAO/WHO Expert Committee on Food Additives (JECFA), asupan kunyit harian yang disarankan adalah 3 mg/kg berat badan.

“Misalnya yang berat badannya 50 kg hanya boleh mengonsumsi kunyit 150mg per hari,” jelas Taura.

Kata dia suplemen kunyit mengandung campuran sekitar 150-250 mg curcumin. “Namun karena dia juga mengandung senyawa-senyawa lain maka dianjurkan untuk penggunannya tidak boleh berlebihan karena memiliki efek samping tertentu, misalnya iritasi pencernaan dan ke ginjal. Sama halnya kita mengonsumsi kopi berlebihan maka akan berdampak pada lambung. Makanya harus dengan dosis atau takaran tertentu,” ungkapnya. (OL-2)

BERITA TERKAIT