19 March 2020, 17:38 WIB

Anies: Ibadah Bersama Ditiadakan Dua Pekan, Pelanggar Ditertibkan


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

PEMPROV DKI Jakarta memutuskan untuk meniadakan seluruh kegiatan keagamaan atau ibadah bersama selama dua pekan. Hal ini akan dimulai besok dari ibadah Shalat Jumat yang ditiadakan di seluruh masjid di wilayah DKI Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan hal ini ditujukan untuk mencegah penularan virus Covid-19. Sebab, pertumbuhan kasus positif Covid-19 di DKI tertinggi dibandingkan daerah lainnya. Kemarin ada 160 kasus positif korona di Jakarta. Jumlahnya naik menjadi 208 kasus hari ini.

"Saat ini Covid-19 sudah ada di beberapa kawasan. Pertama kita sepakati bahwa akan secara serius melakukan pembatasan interaksi di dalam seluruuh komponen kegiatan-kegiatan peribadatan yang diselenggarakan secara bersama-sama di rumah ibadah untuk ditunda hingga kondisi memungkinkan. Selama 2 minggu ke depan ditiadakan nanti kita pantau 2 minggu lagi," kata Anies dalam konferensi pers di Balai Kota, Kamis (19/3).

Baca juga: Bantah Lockdown, RS Premier Bintaro Tutup UGD dan Rumahkan Staf

Untuk itu, Pemprov DKI akan melakukan sosialisasi secara masif melalui kerja sama dengan berbagai unsur seperti Polda Metro Jaya, Kodam Jaya lewat Babinsa dan Babinkamtibmas

"Jajaran akan mengawasi, mendisiplinkan. Ini harus dilakukan bila ingin melindungi saudara sebangsa. Kita tinggal di rumah kurangi interaksi jika tidak lakukan akan membahayakan yang berpotensi, menjangkiti banyak. Yang terpapar tidak selalu menunjukkan gejala. Kita harap melaksanakan ini untuk melindungi saudara sebangsa," tegas Anies.

Dalam kesempatan yang sama Ketua MUI DKI Munaar Muchtar pun mendukung keputusan tersebut. Dalam pidatonya, Munaar menyebut solusi ibadah di rumah ini sudah dianjurkan MUI pusat dalam surat fatwanya.

"Pelaksanaan ibadah untuk saat ini karena kondisi darurat supaya melaksanakan di rumah masing-masing," kata Munaar.

Bentuk ibadah di rumah dari yang seharusnya berjamaah diharapkan menjadi salah satu bentuk upaya atau ikhtiar untuk mengendalikan Covid-19.

Sementara itu, perwakilan Parisada Hindu Darma Indonesia I Nengah Dharma mengatakan telah memutuskan untuk membatasi acara keagamaan menjelang Hari Raya Nyepi sebelum adanya pertemuan dengan Pemprov DKI.

Nengah mengatakan upacara Melasti yang awalnya dilakukan pada 22 Maret akan ditiadakan. Sementara acara Kaur Agung yang diadakan sehari menjelang Nyepi akan dilaksanakan terbatas di Jakarta Utara dengan tamu sejumlah 10 orang.

"Sementara saat Hari Nyepi kami akan meresapi dan mematuhi apa yang diimbau bahwa kami hanya akan tapabrata di rumah saja," tuturnya.(OL-4)

BERITA TERKAIT