19 March 2020, 17:36 WIB

Kesadaran Masyarakat, Kunci Penanggulangan Covid-19


Andhika Prasetyo | Humaniora

LOCKDOWN atau isolasi bukanlah kunci untuk menangani persoalan laju penyebaran Covid-19. Sekalipun penutupan wilayah dilakukan, jika masyarakat tidak bisa mematuhi aturan tersebut, virus korona tetap akan menyebar kemana-mana.

Demikian ditegaskan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo usai mengikuti rapat terbatas yang dipimpin Presiden Joko Widodo, Kamis (19/3).

Kesadaran masyarakat, menurut dia, menjadi kunci utama dalam upaya memutus rantai penyebaran penyakit menular mematikan itu.

Apapun konsep yang dilakukan, entah itu lockdown, social distancing atau apa pun lainnya, jika masyarakat tidak bisa disiplin dan punya kesadaran tinggi, itu tidak akan pernah berhasil.

"Sudah ada arahan Presiden untuk bekerja dari rumah, beribadah di rumah, tapi tidak dipatuhi. Ini menunjukkan bahwa kesadaran atau kedisiplinan kita masih rendah. Dibutuhkan kesadaran kolektif untuk memahami bahwa ancaman virus ini tidak boleh lagi dianggap enteng," tegas Doni.

Pemerintah-pemerintah daerah, dalam kondisi seperti ini, juga diminta memiliki manajemen kelola yang mumpuni dalam mengendalikan masyarakat mereka.

Pemerintah daerah harus memiliki strategi yang tegas agar imbauan-imbauan yang dikeluarkan dapat ditaati oleh masyarakat setempat.

"Ada imbauan dari kepala daerah tapi tidak ditaati rakyat, apa gunanya? Katakan saja begini, ada imbauan dari Kemendikbud untuk belajar di rumah, tapi ternyata dipakai untuk berlibur, untuk jalan-jalan," tutur dia.

Para pejabat desa harus turun langsung dan memberikan pemahaman kepada masyarakat. Libatkan seluruh perangkat yang ada seperti PKK hingga Karang Taruna.

"Bila ini optimal, kita bisa mengurangi risiko dan kita bisa menyelamatkan warga kita yang memiliki penyakit bawaan," sambung Doni.

Pemuka-pemuka agama di berbagai daerah juga diminta untuk menanggapi persoalan yang ada dengan bijaksana dan turut serta dalam menyosialisasikan arahan pemerintah.

"Kita harap mereka bisa memahami bahwa pengumpulan masyarakat di tempat-tempat tertentu terutama di rumah ibadah bisa memunculkan risiko tinggi. Orang yang terlihat sehat bisa saja sudah terinfeksi, membawa virus. Bayangkan, kalau misalnya dia beribadah ke masjid atau gereja, kemudian menularkan ke orang tua atau saudara kita yang memiliki kesehatan kurang bagus. Itu bisa sangat berbahaya," tutur pria yang juga menjabat sebagai Kepala BNPB itu.

Jika masyarakat disiplin, memiliki kesadaran tinggi, mau melindungi sesama, social distancing pun mampu untuk menahan laju penyebaran Covid-19. (OL-8).

BERITA TERKAIT