19 March 2020, 16:57 WIB

Hari Ini Alat Rapid Test Covid-19 mulai Masuk Indonesia


Atalya Puspa | Humaniora

STAF Khusus Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Arya Sinulingga menyatakan alat uji cepat virus novel korona (Covid-19) yang diimpor dari Tiongkok sudah masuk ke Indonesia mulai hari ini.

"Sudah mulai masuk hari ini," kata Arya saat dikonfirmasi, Kamis (19/3).

Sebelumnya, Arya menyatakan BUMN melalui PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) (persero) akan mengimpor sebanyak 500 ribu alat uji cepat Covid-19 untuk melakukan screening massal sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo.

Arya tidak menjabarkan berapa banyak alat yang masuk ke Indonesia hari ini. Namun, dirinya menyatakan pengiriman tersebut akan dilakukan secara bertahap.

"Pengiriman akan dilakukan secara bertahap," ujarnya.

Mengenai distribusi alat tersebut di Indonesia, Arya menyatakan hal itu akan dilakukan oleh PT RNI (persero). Nantinya, alat tersebut bisa didistribusikan ke Pemerintah Daerah maupun langsung dikirim ke Rumah Sakit rujukan pemerintah.

Baca juga: Jubir Covid-19: 210 Kasus di DKI Jakarta, 17 Orang Meninggal

Terpisah, Juru Bicara Nasional untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto menyatakan, screening diharapkan dapat memperluas deteksi dini infeksi Covid-19 bagi masyarakat luas yang berpotensi terpapar virus tersebut.

"Pemerintah akan melaksanakan screening massal yang sekarang kita persiapkan. Memamg ada beberapa pemeriksaan, yang paling sensitif memang pakai PCR. Beberapa negara sudah melakukan screening massal. Tujuannya dilakukan di Indonesia supaya bisa kita ketahui tentang kasus positif yang ada di masyarakat," kata Yurianto.

Yurianto menegaskan, screening masal ini dilakukan bukan untuk menambah pasien Covid-19 yang dirawat di RS. Namun, diharapkan orang yang terinfeksi Covid-19 dengan gejala ringan dapat melakukan isolasi secara mandiri.

"Pastinya nanti akan lebih banyak kasus positif. Screening masal ini dilakukan untuk meyakinkan masyarakat apakah mereka tertular atau tidak. Tapi screening massal ini harus dilakukan sejalan dengan edukasi self isolation dan sarana monitoring yang baik, dan konsultasi secara virtual seperti Halodoc," tuturnya. (A-2)

BERITA TERKAIT